Home / BERITA / 9 Sindiran Sanusi ke Ahok, Sebelum Ditangkap KPK

9 Sindiran Sanusi ke Ahok, Sebelum Ditangkap KPK

9 Sindiran Sanusi ke Ahok, Sebelum Ditangkap KPK
Foto Mohamad Sanusi (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JAKARTA – Anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Gerindra, Mohamad Sanusi yang terjerat dalam kasus reklamasi teluk Jakarta sebelum ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dirinya mengungkapkan beberapa sindiran kepada Calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Rabu (06/04/2016). Sampai berita ini diturunkan ketahui Ahok juga akan diperiksa oleh tim KPK.

Adapun beberapa sindiran Sanusi terhadap Ahok, sebagai berikut :
1.    Sanusi Sebut Ahok Pengecut
Hal ini dikarenakan sikap Ahok yang tidak gentle dalam menangani penertiban wilayah Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara. “Kalau dia (Ahok) gentle, undang seluruh orang (warga Kalijodo) itu, bawa ke Balai Agung, jelaskan begini situasinya, anda begini. Bukan cuma tempel (edaran) doang, itu bukan sosialisasi namanya,” ketus Sanusi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2016).

2.    Ahok disebut sebagai Firaun
M. Sanusi mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Ahok agar berhati-hati menggunakan lidahnya. Menurutnya, meskipun orang baik tidak semestinya lantas mengatakan seseorang tidak baik. Sanusi mengibaratkannya dengan Raja Firaun yang terkenal aroga, sombong, dan belum makan sebelum rakyatnya kenyang. Namun, ia ditenggelamkan ke laut lantaran kesombongannya.

3.    Sanusi suruh Ahok jangan memancing di Air Keruh
Sanusi menyarankan agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak membesar-besarkan perseteruan antara dirinya dengan DPRD Komisi A Bekasi. Seharusnya perseteruan antara Ahok dengan DPRD Komisi A Bekasi, bisa diselesaikan bila kedua pihak duduk bersama-sama mencari solusi. Ahok, kata Sanusi, seharusnya tidak “memancing di air keruh,” karena menurutnya, permasalahan perjanjian antara Bekasi – Jakarta bisa diselesaikan bersama-sama.

4.    Sanusi minta sikapi Keputusan BPK dengan Arif
Sanusi mengimbau Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menyikapi laporan hasil pemeriksaan dari BPK RI dengan opini wajar dengan pengecualian (WDP) secara bijaksana. “Harusnya keputusan BPK itu disikapi dengan arif. Jangan mengambinghitamkan banyak pihak. Masing-masing institusi negara harus menghormati tentang profesionalismenya. BPK itu badan akuntabilitas negara yang betul-betul bisa mengoreksi perjalanan keuangan suatu pemerintah daerah,” kata Sanusi di DPRD DKI, Kamis (9/7/2015).

5.    Sanusi minta Ahok tak kambing hitamkan BPK
Ahok diminta tidak mengambinghitamkan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) terkait penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang diberikan untuk DKI Jakarta. Ahok diminta menyikapinya dengan bijak dan arif. Ahok sebagai pemegang kendali harus memberikan hormat kepada profesionalisme lembaga sekelas BPK. Sanusi menekankan, BPK memiliki peran penting dalam mengontrol keuangan suatu lembaga. Sanusi yakin, apa yang dilakukan BPK sesuai dengan standar yang ketat. Seharusnya penilaian ini menjadi koreksi bagi Ahok dan jajarannya.

6.    Sanusi tuding Ahok tak mengerti Management
Menurut Sanusi, kebijakan Ahok yang sering mengganti PNS di lingkungan Pemerintah DKI Jakarta tidak efektif dan membuktikan sang Gubernur tidak mengerti tentang fungsi management. “Ahok itu tidak mengerti fungsi management, masa pejabat (PNS) baru saja dilantik dua tiga bulan langsung dicopot atau dimutasi, jelas ini berpengaruh pada produktifitas kerja pegawai sehingga berpengaruh pada penyerapan APBD,” kata Sanusi saat dihubungi RMOLJakarta, Sabtu (9/12).

7.    Diperiksa BPK, Sanusi minta Ahok jangan Panik
Kemarin, Senin (23/11/2015), Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama sekitar sembilan jam. Pemeriksaan itu untuk meminta keterangan Ahok (sapaan Basuki) tentang laporan investigasi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang diminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dimintai tanggapan tentang pemeriksaan itu, anggota DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi, berpendapat, pemeriksaan itu tidak perlu disikapi dengan panik ataupun gaduh.

8.    Pernah Dukung Ahok, Sanusi ungkap penyesalannya
Mohamad Sanusi mengaku tahu betul siapa sosok Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Sanusi mengaku dirinya dulu ikut membantu pasangan Jokowi-Ahok menjadi Gubernur DKI mengalahkan Fauzi Bowo atau Foke. Namun kini Sanusi mengaku kecewa dengan Ahok. Sanusi juga mengungkapkan dirinya juga bakal calon Gubernur dari Partai Gerindra ini memastikan majunya Ahok di Pilgub 2017 tak ada yang perlu ditakuti. Menurutnya, Komisi Pemilihan Umum Daerah belum menetapkan calon Gubenur DKI yang lolos.

9.    Sanusi Yakin bisa kalahkah Ahok
Mohamad Sanusi masuk dalam tiga besar nama calon yang kemungkinan akan diusung Partai Gerindra dalam perhelatan pemilihan kepala daerah 2017. Ia pun menyatakan siap apabila nantinya ditunjuk untuk mengisi posisi tersebut. Sanusi menyamakan dengan kondisi sebelum Pilkada 2012. Saat itu, gubernur petahana, Fauzi Bowo (Foke), memiliki popularitas yang tinggi. Di sisi lain, pasangan pesaing Foke saat itu, Joko Widodo dan Ahok belum terlalu banyak dikenal. “Kalau Anda tanya seberapa mungkin saya menang? Seyakin saya menangin Ahok waktu menjdi Wagub. Ahok masuk Jakarta kan enggak ada yang tahu,” ujar Sanusi. Kf

About suara pemilih cyber team

Check Also

Blusukan Rudi Brengos Di Pasar Sapi Rejosari yang Mangkrak

Salatiga – pedagang pasar rejosari di kagetkan dengan kehadiran pak brengos (agus rudianto) calon walikota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: