Home / BERITA / Adem Ayem Berkat Aturan Pilkada

Adem Ayem Berkat Aturan Pilkada

Teguh Purnomo
Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Teguh Purnomo, S.H., M.Hum., M.Kn. (kanan).(suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, SEMARANG-Pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanan pada 9 Desember mendatang kini tersasa adem ayem menjelang hari-H, sebab Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Teguh Purnomo, S.H, M.Hum, M.Kn tegaskan sejumlah aturan-aturan mengenai pemilihan kepala daerah .Sabtu(14/11/2015). Sampai berita ini diterbitkan, situasi masih adem ayem.

Menurut Teguh, pilkada tahun ini mulai ada ukuran jumalah dan lokasi pemasangan alat peraga kampanye, itu di atur dalam Undang-undang Nomor 8 tahun 2015 tentenag perubahan atas UU No. 1/2015 tentang Penetapan Peratuaran  Pemerintah Pengganti UU No. 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang-Undang.

Kemudian, Komisi Pemilihan Umum menerbitkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 7 Tahun 2015 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Teguh juga mencontohkan baliho/billboard/videotron paling besar ukuran 4 m x 7 m, paling banyak lima buah setiap peserta pilkada untuk setiap kabupaten/kota.

Umbul-umbul paling besar ukuran 5 m x 1,15 m dan paling banyak 20 buah setiap pasangan calon untuk setiap kecamatan, dan spanduk paling besar ukuran 1,5 m x 7 m dan paling banyak dua buah setiap peserta pilkada untuk setiap desa/kelurahan.

Untuk nmengenai iklan kampanye di media massa pada masa kampanye pilkada serentak tahun ini lebih sedikit ketimbang pada masa kampanye pilkada sebelumnya. Jumlah penayangan dan ukuran atau durasi iklan kampanye untuk setiap pasangan calon juga diatur. Misalnya, penayangan iklan kampanye di media massa cetak selama 14 hari sebelum dimulainya masa tenang atau pada tanggal 6 Desember 2015.

“Iklan kampanye di televisi untuk setiap pasangan calon, paling banyak kumulatif 10 spot, berdurasi paling lama 30 detik untuk setiap stasiun televisi, setiap hari selama masa penayangan iklan kampanye. Sementara itu, di radio untuk setiap pasangan calon, paling banyak 10 spot, berdurasi paling lama 60 detik untuk setiap stasiun radio, setiap hari selama masa penayangan iklan kampanye,” katanya.

“Dengan adanya aturan tersebut, tidak ada kesan jorjoran dalam pemasangan iklan kampanye di media massa maupun pemasangan alat peraga kampanye di sejumlah titik jalan seperti pada pilkada sebelumnya,” imbuh Teguh.Mr

About suara pemilih cyber team

Check Also

Blusukan Rudi Brengos Di Pasar Sapi Rejosari yang Mangkrak

Salatiga – pedagang pasar rejosari di kagetkan dengan kehadiran pak brengos (agus rudianto) calon walikota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: