Home / BERITA / AHOK Arogan RT/RW se-Koja tolak AHOK jadi Gubernur

AHOK Arogan RT/RW se-Koja tolak AHOK jadi Gubernur

pengurus RT/RW ini menggelar Silahturahmi RT/RW se Koja dan pembentukan Forum RT/RW se Jakarta Utara di Aula Kantor PMI Jakarta Utara (suarapemilih.com)
pengurus RT/RW ini menggelar Silahturahmi RT/RW se Koja dan pembentukan Forum RT/RW se Jakarta Utara di Aula Kantor PMI Jakarta Utara (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JAKARTA-Kembali maju sebagai calon petahan Pilkada DKI Jakarta 2017, Basuki T Purnama alias Ahok nampaknya tidak akan mendapat dukungan dari warga dan ketua RT/RW Kecamatan Koja, pasalnya saat mereka para pengurus RT/RW ini menggelar Silahturahmi RT/RW se Koja dan pembentukan Forum RT/RW se Jakarta Utara di Aula Kantor PMI Jakarta Utara telah berkomitmen untuk menolak Ahok kembali maju,Senin (18/7/2016). Hingga kini penolakan tersebut sudah disepakati ratusan warga Koja.

“Kami menilai bahwa  sikap Arogan maupun perkataannya kepada RT/RW sangat menyakitkan, apalagi dibuat aturan Lurah bisa langsung memecat RT/RW jika tidak disukai,” ujar Ketua Forum RT/ RW Se Koja Enjo Rusdianto.

Menurutnya, RT dan RW itu ujung tombak, dari mulai urusan orang lahir sampai kematian yang mengurusinya, bahkan soal tindak kriminalitas di lingkungan juga kami yang menanganinya. Dan pemimpin itu meskinya mendegar suara dari bawah” ujar Enjo Rusdianto yang juga Ketua RW 7 Lagoa.

Pernyataan yang sama juga disampaikan M.Irsad Ketua RW 5 RBS dan Warsito Ketua RW 4 Tg Utara menilai selama ini kinerja Ketua RT dan RW dinilai tak pernah baik, bahkan kerap kali melontarkan tudingan kalau RT/RW bekingin PKL, pungli dan lainnya.Ironisnya lagi operasional RT/RW harus dibayar melalui kinerja lewat qlue.

“Seperti comtoh untuk mendapatkan uang OP kita diwajibkan untuk laporan 3 kali sehari lewat qlue. Dan satu laporan dibayar Rp 10 ribu” tutur M Irsad sambil menambahkan pada kegiatan ini diikuti sebanyak 230 orang.

Lukman Nul Hakim Sekjen Forum RT/ RW DKI Jakarta menambahkan, penggunaan aplikasi qlue untuk menilai kinerja RT dan RW.bukan sebagai tolak ukur apalagi sebagai bukti untuk pembayaran Operasional. Dan ia menilai ini kebijakan untuk mengekploitasi RT dan RW.

“Qlue itu tidak ada terdaftar di kominfo, ia dikelolah swasta yang berlindung di Jakarta. Smart City, dan pada saat ketuk palu anggaran OP RT/RW tahun 2015-2015 oleh DPRD tidak ada nomentlaturnya syarat qlue” ujarnya.

Maka dari itu dirinya meminta kepada seluruh ketua RT dan RW di DKI Jakarta untuk bersama-sama menolak kebijakan itu dan tidak akan lagi mendukungnya Ahok pada 2017 nanti.adm

About suara pemilih cyber team

Check Also

Blusukan Rudi Brengos Di Pasar Sapi Rejosari yang Mangkrak

Salatiga – pedagang pasar rejosari di kagetkan dengan kehadiran pak brengos (agus rudianto) calon walikota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: