Home / BERITA / Ahok Personifikasikan Diri Sebagai Pancasila dan Konstitusi

Ahok Personifikasikan Diri Sebagai Pancasila dan Konstitusi

Ahok Personifikasikan Diri Sebagai Pancasila dan Konstitusi
Foto Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara  vulgar mempersonifikasikan dirinya dengan Pancasila dan Konstitusi UUD 1945 setelah mahasiswa UI menentang Ahok lewat video orasi politik yang diunggah di sosial media, Sabtu (10/9/2016).

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi menanggapi pernyataan Ahok saat menyikapi video orasi politik anti-Ahok Boby Febri Krisdiyanto, mahasiswa fakultas Ilmu Keperawatan UI.

Menurut Adhie, Soeharto yang di zaman Orde Baru sangat berkuasa saja tidak pernah mempersonifikasikan dirinya dengan Pancasila dan Konstitusi UUD 1945 malah Ahok secara vulgar mempersonifikan dirinya  dengan Pancasila dan Konstitusi UUD 1945.

Ahok yang geram dengan video tersebut, mengatakan :  “Harusnya dia dikeluarkan, bila perlu dia pindah ke Timur Tengah dan bikin parpol kalau mau menumbangkan Pancasila…!”

Ahok juga menyinggung soal pajak yang dibayarkannya, dan tidak rela dipakai untuk membiayai mahasiswa seperti Boby yang menentang dirinya. Dan karena orasinya itu, Ahok juga menilai Boby sudah menyimpang dari Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

Adhie menceritakan dulu, dalam pertemuan dengan para pimpinan ABRI (27 Maret 1980) di kawasan peternakan miliknya di Tapos, Bogor, Soeharto mengatakan ada kekuatan di luar yang ingin mengganggu Pancasila dan UUD 1945. ABRI (kini TNI) diminta untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945, dan diwanti-wanti untuk ekstra hati-hati memilih teman.

Oleh kalangan oposisi yang waktu itu dimotori mantan gubernur DKI Ali Sadikin, mantan Kapolri Jenderal Hoegeng dan mantan KSAD Jenderal Nasution, menilai pidato Sorharto sudah melampaui batas. Soeharto dianggap telah mempersonifikasikan (mengejawantahkan) dirinya sebagai Pancasila dan UUD 1945, sehingga yang menentang dirinya dianggap melawan Pancasila dan UUD 1945.

“Nah, dengan pernyataan yang mempersonifikasikan dirinya dengan Pancasila dan UUD 1945, seperti pola yang digunakan Soeharto dalam mengatasi lawan-lawan politiknya, Ahok tampaknya sudah keblinger,” kata Adhie. Adm

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: