Home / BERITA / Debat Cawabup Sleman Tak Lancar

Debat Cawabup Sleman Tak Lancar

Kedua calon wakil bupati Sleman saat mengikuti debat (suarapemilih.com)
Kedua calon wakil bupati Sleman saat mengikuti debat (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, SLEMAN-Debat calon wakil bupati sleman putaran pertama diwarnai gangguan teknis, sebab saat calon wakil bupati nmor urut dua Sri Muslimatun (SM) usai menyampaikan visi misinya ada jeda iklan layanan masyarakat yang berdurasi limabelas menit, Sabtu (21/11/2015). Sampai berita ini diturunkan debat masih tetap berlanjut.

Iklan yang berisi layanan masyarakat dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan dari kedua pasangan calon (paslon) ini berlangsung lumayan lama, yakni limabelas menit.

Saat bersamaan, visi misi SM tidak tersampaikan, hal ini sempat menimbulkan protes dari pihak Santun, termasuk KPU juga mempertanyakan kepada pihak televisi.

Ketua Tim Paslon Santun, Sadar Narima mengatakan, “Sempat bertanya-tanya juga, jeda iklan yang mestinya dua menit kok hampir lima belas meni. Kami juga mendapat respon dari masyarakat. Saat Bu Mus menyampaikan visi misi tidak muncul suara, bahkan saat Pak Sri masih dirumah juga hanya muncul latar belakangnya saja. ini bisa menimbulkan praduka tak bersama di masyarakat,” katanya disela-sela jeda iklan.

Dari pihak stasiun televisi mengungkapkan bahwa ada gangguan teknis saat SM memaparkan visi misinya, yaitu berupa gangguan  koneksi dari Sleman ke studio televisi. Maka dari itu aka ada pengulangan khusus untuk SM. Namun tim Paslon nomor urut satu meminta untuk kedua-duanya diulang.

Debat calon wakil bupati Sleman berlangsung di Pendopo Parasamnya Kompleks Pemkab Sleman, Sabtu (21/11/2015) dengan moderator Dumairy MA selaku Kepala Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM. Mengambil tema pembangunan ekonomi, sumber daya manusia dan pengelolaan sumber daya alam, kedua calon wakil bupati tampak semangat dalam menyampaikan visi misinya.

Calon Wakil Bupati Nomor Urut 1 Danang Sulistya Wicaksana berjanji akan mengucurkan dana Rp 1 miliar perdesa dan Rp 50 juta untuk satu padukuhan, mengingat Kabupaten Sleman memiliki lahan pertanian yang subur dan luas sehingga menjadikan Sleman sebagai salah satu lumbung pangan di Yogyakarta. Danang juga mengkritisi kondisi kemiskinan Sleman yang masih cukup tinggi, termasuk pengangguran dan ketimbangan di kawasan pedesaan.

Sedangkan Calon Wakil Bupati nomor urut 2 Sri Muslimatun mengungkapkan, jika Sleman memiliki karakteristik berupa bentang alam yang eksotis. Sejumlah penghargaan tingkat nasional telah banyak diraih selama kurun waktu lima tahun terakhir. Meski demikian sejumlah program juga disampaikan, salah satunya dengan mengembangkan wisata khusus, termasuk desa wisata.Mr

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: