Home / BERITA / Desak Calon Tunggal, PDIP Ingin Kemenangan

Desak Calon Tunggal, PDIP Ingin Kemenangan

Ilustrasi Elemen PDIP Rayakan Kemenangan (suarapemilih.com)
Ilustrasi Elemen PDIP Rayakan Kemenangan (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, YOGYAKARTA– Arus bawah PDIP melakukan evaluasi dan  mendesak calon tunggal hasil mekanisme rapat kerja cabang khusu (rakercabsus) untuk mendapat rekomendasi DPP agar menang di pilkada Februari 2017 mendatang setelah sejumlah elemen pendukung moncong putih tersebut menerima kekalahan dan gagal di pilkada Bantul, Gunungkidul dan Sleman, Selasa (19/01/2016). Sampai berita ini diterbitkan PDIP telah melaksanakan rakercabsus.

Ketua Forum Penggagas Calon Tunggal (FPCT) Wali Kota Jogja Wisnu Sabdono Putro mnegatakan, “Jangan sampai menghasilkan lebih dari satu calon, dan FPCT merupakan forum rasan-rasan sejumlah kader PDIP membahas persiapan menghadapi pemilihan wali (pilwali) yang digelar bersamaan dengan pemilihan bupati Kulonprogo pada Februari 2017 mendatang. Ini demi menjaga soliditas dan kekompakan kader sekaligus mengantisipasi kekecewaan kader karena calon yang didukung ternyata tidak mendapatkan rekomendasi,” katanya.

Menurutnya, menghasilkan calon tunggal bukan berarti menutup ruang demokrasi. Namun, itu sebagai strategi dan langkah taktis memenangkan pilwali. Sebab, belajar dari kekalahan di Bantul, Gunungkidul, dan Sleman, Wisnu menengarai pemicunya karena partai menggelar semacam konvensi. Sebab berdampak mundulnya banyak calon dan para paslon kada yang minta rekomendasi akan semakin banyak. Maka proses itu dilalui belakangan muncul masalah. Ternyata calon yang mendapatkan dukungan besar dalam rakercabsus justru tak mendapatkan restu DPP.

Sebaliknya, figur yang mengantongi rekomendasi bukan pemenang rakercabsus. Akibatnya muncul gerakan penolakan di tingkat akar rumput secara terselubung. ”Contohnya kasus Bantul. Partai tidak perlu lagi menggelar konvensi dengan membuka pendaftaran,” katanya.

Disinggung apakah telah mengantongi nama tertentu sebagai calon, Wisnu tegas-tegas mengatakan sejauh ini belum ada. Hanya saja dari diskusi FPCT, muncul pandangan calon yang diusung harus memenuhi banyak kriteria. Di antaranya, harus kader, punya kemampuan, tidak pelit, dikenal, dan diterima masyarakat, serta teruji kepemimpinannya.

”Kami tidak ingin menerima calon siluman. Bukan kader tapi ujug-ujug (tiba-tiba) mendapatkan rekomendasi. Setelah menjabat lupa diri dan tidak pernah ngaruhke partai maupun kader,” ungkap pria yang telah menjadi aktivis partai sejak 1992 saat PDIP masih bernama PDI.Mr

About suara pemilih cyber team

Check Also

Blusukan Rudi Brengos Di Pasar Sapi Rejosari yang Mangkrak

Salatiga – pedagang pasar rejosari di kagetkan dengan kehadiran pak brengos (agus rudianto) calon walikota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: