Home / BERITA / Duh, Undang-Undang Pilkada Akan Diubah Lagi

Duh, Undang-Undang Pilkada Akan Diubah Lagi

Ilustrasi Undang-undang Pilkada (suarapemilih.com)
Ilustrasi Undang-undang Pilkada (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JAKARTA – Revisi Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan terealisasi paling lambat Agustus setelah banyak pihak yang tidak setuju dengan UU Pilkada 2015, Rabu (13/01/2016). Sampai berita ini diturunkan Pemerintah masih berupaya merampungkan hal-hal yang ingin dicapai dari langkah revisi.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan pihaknya dengan KPU, Bawaslu dan DPR, telah mengirim materi ke partai politik. Agar Februari mulai pembahasan awal. Mendahulukan pembahasan daerah otonomi baru atau mendahulukan revisi UU Pilkada. Pada prinsipnya, agar paling lambat Agustus sudah selesai.

Menurut Tjahjo, revisi sangat penting, mengingat tahapan pilkada serentak 2017 sudah akan dimulai di tahun 2016. Dengan demikian kelemahan-kelemahan yang terjadi pada pilkada serentak 2015, tidak kembali terulang pada pilkada 2017.

Tjahjo juga menrgaskan, pemerintah tetap berkeinginan agar pelantikan kepala daerah terpilih hasil pilkada 2015 sudah dapat dilaksanakan di bulan Februari 2016. Itu pun, untuk daerah yang tidak ada sengketa (berperkara di MK). Untuk yang bersengketa paling tidak akan dilaksanakan pada bulan Maret 2016.

Disinggung terkait masih adanya masa jabatan kepala daerah yang belum berakhir, mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini menilai tidak ada masalah. Sebab sesuai undang-undang, masa jabatan kepala daerah dapat dipotong demi kepentingan nasional. Terutama demi terwujudnya keserentakan yang ingin dicapai dari pelaksanaan pilkada serentak.

Tjahjo menambahkan, untuk kepastian langkah apa yang harus diambil, hal tersebut masih dibahas lebih lanjut. Kf

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: