Home / BERITA / Dulu Dipuja-puja, Kini Ahok Kehilangan Respek Warga

Dulu Dipuja-puja, Kini Ahok Kehilangan Respek Warga

Ahok saat dikelilingi warga(suarapemilih.com)
Ahok saat dikelilingi warga(suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JAKARTA-Siapa yang tak mengenal Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alis Ahok, setelah menjabat sebagai Gubernur publik sempak memuja Ahok sebagai pemimpin yang ideal, namun setelah beberapa kasusyang menyeret namanya kini Ahok mulai kehilangan respek dari publik,Senin (2/5/2016). Sampai saat ini tentu bukan prestasi dan kinerja yang dipuja-puja, melainan dari kepribadiannya.

Hal itu terlihat dari hasil Survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS), pada 5-10 Januari 2016. Tercatat 42,50 persen dari responden, menyukai kepribadian personal Ahok. Sementera itu, 29,25 persen, masyarakat menyukai prestasi dan kinerja Ahok selama memimpin DKI Jakarta. Masyarakat juga menyukai karakter pemerintah yang telah dibentuk Ahok sebesar 16,75 persen, sisanya 11,50 persen responden menjawab tidak tahu dan tidak menjawab.

Namun, sejak kasus korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras dan korupsi Reklamasi Teluk Jakarta terungkap, banyak pihak pun kini mulai mengubah pandangannya tentang sosok Ahok. Sikapnya yang anti kritik dan karakternya yang kurang beretika, menjadikan Ahok kini mulai kehilangan respek publik.

Praktisi hukum Razman Arif Nasution memandang, Ahok bukanlah sosok pemimpin demokrasi yang ideal. “Siapa pun yang mengkritisinya pasti dia serang balik. Pengkritik Kalijodo dihajar. DPRD mengkritik, dia serang. Dia bilang ada dana siluman lah. Kemudian, kalau anak buahnya terkena masalah hukum, dia salahkan anak buahnya. Ahok itu seolah-olah Mister Key,” terang Razman.

Menurutnya, seorang pemimpin itu harus mengerti sistem demokrasi dan pemimpin demokrasi idealnya itu menerima semua kritik seseorang dengan cara yang bijak.

“Pemimpin DKI itu harus membela warga menengah ke bawah, bukan menengah keatas. Apabila mendapat musibah, warga kecil yang paling depan, warga menengah ke atas pasti langsung pergi menyelamatkan diri. Pembangunan itu untuk manusia, bukan manusia untuk pembangunan,” tegasnya.

Tak hanya mereka, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pun kehilangan respek terhadap Ahok. Ia bahkan memperingatkan Ahok untuk menjaga omongannya yang menyebut Badan pemeriksa Keuangan (BPK) ngaco.

“Saya kira seluruh kepala daerah harus saling menghargai, jangan saling menyalahkan, mempertontonkan kepada masyarakat luas kan enggak baik, ada ungkapan mulutmu harimaumu lah,” terang Tjahjo.

Meski belum ada hasil survei terbaru dari lembaga-lembaga survei, namun ditingkat masyarakat bawah, pandangan tentang Ahok beragam.

Banyak warga masih tetap kokoh pada pendiriannya namun ada pula warga yang semula mendukung Ahok kini sudah kehilangan respek.Adm

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: