Home / BERITA / Heboh! I Gusti Putu Artha, Undurkan Diri Dari Relawan Teman Ahok

Heboh! I Gusti Putu Artha, Undurkan Diri Dari Relawan Teman Ahok

Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) I Gusti Putu Artha, (suarapemilih.com)
Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) I Gusti Putu Artha, (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JAKARTA-Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang kini bergabung dengan Teman Ahok, I Gusti Putu Artha, dikabarkan akan mengundurkan diri dari komunitas Teman Ahok, hal tersebut terkuak ketika beredarnya transkip percakapani media sosial dengan aplikasi Whatsapp(WA) yang memperlihatkan relawan pendukung Ahok menyatakan ingin mundur, Rabu (20/7/2016). Hingga kini belum ada kebenaran yang pasti mengenai mundurnya I Gusti Putu Artha.

Dalam WA-nya Putu menulis, “Jika krn ini kawan2 merasa tidak nyaman, saya siap mengundurkan diri dari komunitas “Teman Ahok” dan tim Ahok agar tidak ada ganjalan. Sy pulang ke Bali saja. Mgkn itu yng paling terhormat jika ini sebuah kesalahan. Sekali lagi saya minta maaf,”.

Saat dikonfirmasi, Putu membenarkan pembicaraan yang beredar itu. Putu menjelaskan alasan dirinya berniat keluar dari relawan pendukung Ahok, karena sebuah pembicaraan lainnya yang beredar di media sosial. Pembicaraan itu berisi pernyataan bahwa Putu menyebut Ahok sedang mempersiapkan “soft landing” pada Pilkada DKI 2017.

Percakapaan yang beredar bertuliskan “Soft landing sedang disiapkan sptnya”. Pernyataan itu untuk menanggapi pertanyaan rekan Putu yang menanyakan pilihan jalur yang dipilih Ahok untuk maju menjadi calon gubernur.

Putu menjelaskan, “soft landing” yang dimaksud sebenarnya dia ingin menjelaskan bahwa jika nantinya Ahok maju menjadi calon gubernur melalui parpol, Ahok akan mengajak Teman Ahok untuk berdialog. Hal tersebut agar Teman Ahok tidak kecewa dan para pendukung Ahok tidak “blunder” soal tujuan Ahok memilih Parpol.

Putu membantah maksud dari perkataan “soft landing” dalam pembicaraan itu di mana Ahok sedang mencari kendaraan politik yang lebih aman untuk mencalonkan diri pada Pilkada DKI mendatang.

Menurut Putu, beredarnya pembicaraan itu lebih kepada standar moral yang dia pegang. “Secara moral saya bersalah, saya merasa polos, seharusnya WA itu tak menyebar,” ujar Putu melalui pesan singkatnya

About suara pemilih cyber team

Check Also

pilkada serentak,suarapemilih.com

Daftar Nama Pasangan Calon Kepala Daerah Pendaftar Pilkada Serentak 2018 di 17 Provinsi

Suarapemilih.com,-Daftar Nama Pasangan Calon Kepala Daerah Pendaftar Pilkada Serentak 2018 di 17 Provinsi Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: