Home / BERITA / Hindari Perpecahbelahan Pilgub, Jokowi Diminta Segera Cabut Ahok Dari Jabatannya

Hindari Perpecahbelahan Pilgub, Jokowi Diminta Segera Cabut Ahok Dari Jabatannya

Hindari Perpecahbelahan Pilgub, Jokowi Diminta Segera Cabut Ahok Dari Jabatannya(suarapemilih.com)
Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama(suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JAKARTA-Direktur Eksekutif The Presiden Center Didied Mahaswara mengusulkan agar Presiden Jokowi segera mencabut Ahok dari jabatan Gubernurnya, pasalnya jika Ia tetap mengikuti Pilkada 2017 besar kemungkinan terjadi perpecacahan yang lama di kalangan masyarakat antara pro dan kontra kepada Ahok, Senin (22/8/2016). Hingga kini situasi menjelang Pilgub DKI kian memanas.

“Situasi akan sangat panas jika Ahok tetap maju. Sedangkan bila petahana menang, maka kontroversi di masyarakat yang pro dan kontra bakal terjadi cukup lama. Ini jelas tidak baik untuk kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Didied di Jakarta pagi tadi.

Menurutnya, demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan, maka sebaikanya Ahok untuk segera di angkat sebagai pembantu Presiden RI di Istana. “Agar situasi Pilkada DKI Jakarta bisa kondusif, aman dan tidak terjadi perpecahan di kalangan masyarakat, kami usulkanada baiknya Presiden Jokowi segera mengangkat Ahok sebagai pembantunya di Istana dengan catatan apabila pengabdian dan kemampuan Ahok memang masih diperlukan,” tandasnya.

Apalagi saat ini di pemerintah pusat masih banyak pengaduan tentang berbagai masalah yang diajukan rakyat tapi tidak terselesaikan dengan cepat bahkan kebanyakan kasusnya jadi mengambang. Sebagai contoh penyelesaian di bidang ekonomi, perdagangan, hukum, pertanahan dan banyak lagi yang tidak terselelesaikan dengan baik.

“Pengaduan dari masyarakat kepada Presiden setelah terkendala di tingkat Kementerian atau di Pemprov dan Pemda bukannya mendapat penyelesaian, melainkan justeru dijawab melalui surat dari Presiden lewat Sekretariat Negara ke Kementerian atau ke Kepala Daerah yang mempunyai masalah dengan rakyat,” terang Didied.

Sehingga, lanjut Didied, masalah pun tak kunjung selesai, ada juga Keppres (Keputusan Presiden) untuk proyek pembangunan kelistrikan bukannya proyeknya dilanjutkan tapi justru dihentikan oleh selevel Dirut Perusahaan BUMN dan sampai saat ini tidak jelas.

“Kondisi seperti ini perlu ditangani segera dengan membentuk Unit Khusus di bawah Presiden. Dulu jaman Soeharto ada Sesdalopbang. Ahok bisa mengisinya,” ujarnya.

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: