Home / BERITA / Jokowi Tak Ingin Ahok Maju Lewat Independen

Jokowi Tak Ingin Ahok Maju Lewat Independen

Jokowi Tak Ingin Ahok Maju Lewat Independen
Foto Presiden Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo tak menginginkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maju lewat jalur independen hal ini diketahui setelah Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Adian Napitupulu mengungkapkan percakapannya dengan Jokowi, Selasa (14/06/2016). Sampai berita ini diturunkan diketahui Ahok masih akan maju di Pilgub dengan jalur independen.

Adian kemudian mengisahkan pembicaraan singkatnya dengan Presiden Jokowi soal Pilgub DKI yang semuanya ditulisnya sebagai berikut:

Presiden yang saat itu sedang melihat-lihat foto, tiba-tiba berbalik menatap saya dan Sihol Manulang Ketua Bara JP yang ikut mendampingi. Presiden kemudian bertanya, pertanyaan yang tidak saya duga.

Pak Jokowi : “Bagaimana Ahok menurut kamu?”
Sihol Manulang : “Susah pak, sombong”.
Adian : “Saya terserah Presiden dan Partai.”
Pak Jokowi : “Iya, Ahok susah dibilangin, sudah saya katakan berkali kali, bagaimana ya?”

Dari percakapan tersebut Adian menangkap bahwa Jokowi berkeinginan Ahok tidak maju dari jalur perseorangan karena Jakarta berbeda dengan provinsi lainnya, Jakarta adalah Ibu Kota dan membangun Jakarta butuh kekuatan besar dan dikerjakan bersama-sama. Lalu Adian pun berkata kepada Jokowi.

Adian : “Untuk memenangkan pilkada, Ahok bisa gunakan relawan tapi untuk membangun Jakarta, Ahok butuh DPRD dan DPRD bukan perwakilan relawan tapi wakil rakyat melalui partai dan untuk itu Ahok butuh kerendahan hati.”
(Adian melanjutkan perkataannya kepada Jokowi)
Adian : “Apa perlu saya yang bicara ke Ahok, Pak?”
Pak Jokowi : “Iya iya kamu harus bicara sama Ahok.” Jawabnya sambil menatap Adian dan membicarakan hal lainnya.

Selesai melihat foto, Adian mengantarkan beliau sampai ke depan pintu mobil. Dan sembari masuk ke dalam mobil, Jokowi kembali berkata mengingatkan, “Kamu bicara sama Ahok ya”.

Tanggal 7 Juni 2016 sekitar pukul 21.00 WIB, Adian telepon Ahok dan menyampaikan semua yang disampaikan Presiden.

Percakapan diatas yang disampaikan Adian bisa di pertanggungjawabkan dan tidak berangkat dari motivasi buruk. Adian menyampaikan cerita di atas karena rakyat perlu tahu bahwa benar Presiden Jokowi menyayangi Ahok tapi Presiden Jokowi jauh lebih menyayangi rakyat Jakarta.

Merangkul relawan serta berjalan bersama partai akan memudahkan Ahok bukan saja untuk memenangkan pilkada tapi memenangkan program-program pembangunan selama 5 tahun di DPRD demi kesejahteraan rakyat Jakarta.

Kepemimpinan Jokowi yang rendah hati seharusnya menjadi contoh bagi Ahok. Jokowi sudah menunjukkan bahwa ia bisa saja menolak beberapa keinginan dan desakan partai tapi Jokowi sama sekali tidak pernah menolak keberadaan partai sebagai pilar demokrasi. Dalam Pilpres kemarin, Jokowi mampu mengkombinasikan dua kekuatan, diusung partai dan didukung relawan. Adm
Sumber : Detik.com

About suara pemilih cyber team

Check Also

Blusukan Rudi Brengos Di Pasar Sapi Rejosari yang Mangkrak

Salatiga – pedagang pasar rejosari di kagetkan dengan kehadiran pak brengos (agus rudianto) calon walikota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: