Home / BERITA / Kampanye Hitam terhadap Jekek dibalas sengit

Kampanye Hitam terhadap Jekek dibalas sengit

Jekek mantan preman
Calon Bupati Wonogiri, Jekek mantan preman

Suarapemilih.com – Para pendekar sudah turun gunung. Sembilan sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) Wonogiri telah menyatakan dukungannya kepada paslon Jekek-Edi dan mendeklarasikan “Relawan Bintang Sembilan” pada Sabtu (29/8) di rumah Slamet Titoti alias Gundul, bos rumah makan Bakso Titoti di Brubuh Ngadirojo Wonogiri.

Nahdi Sunardi mewakili Nahdliiyin menyatakan, selama ini Ahlusunah Waljamaah sering dipermainkan sehingga masyarakat bingung memilih pemimpin. “Muncullah kampanye hitam, pembunuhan karakter. Seolah sebagai calon bupati mantan preman, tidak ada kebaikan sedikitpun,“ kata Nahdi Sunardi. Ia juga menceritakan latar belakang sahabat nabi Umar Bin Khotob dan Kanjeng Sunan Pandanan. “Mudah-mudahan calon bupati kita seperti Sunan Pandanaran. Kita tidak bisa menjustifikasi, itu bid’ah, ini dosa, itu sesat,” kata Nahdi.

Menurut Amar Azis, seorang tamu undangan yang diwawancarai SP, pernyataan Nahdi tentang mantan preman tersebut bermaksud meluruskan karakter Joko Sutopo alias Jekek, cabup Wonogiri andalan PDIP yang diusung Koalisi Wonogiri Sukses (KWS).
“He’eh, Jekek juga ngaku sendiri dulu terus ini kan jadi kampanye hitam, mas,” ujarnya dengan logat Semarangan.

Hal senada juga disampaikan oleh Slamet Wahidin, warga Brubuh Ngadirojo Wonogiri, yang ditemui SP di luar rumah makan. “Lah, dulu dilantik (ketua-red) Gapoktan Selogiri ngakunya salah kebijakan, wong dia terkenalnya kepala preman,” katanya sembari tertawa.

“Lah mbok sudah wong itu dulu. Nggak usah diungkit nek mung dasare sengit.(Sudahlah yang sudah berlalu. Tak perlu diungkit jika dasarnya hanya kebencian-red)”. tambahnya

Seperti pernah ditegaskan oleh Diana Ariyanti Anggota KPU Propinsi Jawa Tengah, Selasa (26/5) di graha Asrianti Selogiri Wonogiri, “persyaratan balon Bupati-wakil Bupati diperbolehkan bagi warga negara mantan narapidana.”

Terpisah, Abah H. Budiono tokoh NU Kecamatan Girimarto sangat menyesalkan sikap sesepuh NU tersebut. Mereka dinilai picik dan sempit. Sikap tokoh NU itu menunjukan tidak rohmatallillalamin. Seharusnya tokoh NU netral tidak berpihak ke calon Bupati/Wabup siapapun. “NU harus netral,” kata Abah Budiono.(Cp/Ja)

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: