Home / BERITA / Kasus Korupsi Kolam Retensi Hendi dipertanyakan lagi

Kasus Korupsi Kolam Retensi Hendi dipertanyakan lagi

Lokasi kolam retensi semarang
Lokasi kolam retensi semarang

Suarapemilih.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi mencalonkan kembali sebagai Wali Kota Semarang pada Pilkada 2015 yang akan digelar 9 Desember 2015 mendatang. Namun, banyak masyarakat yang mempertanyakan peran yang cukup besar atas kasus dugaan korupsi kolam retensi Muktiharjo Kidul Pedurungan.

Kasus dugaan korupsi tersebut ialah kesalahan Hendi pada saat memberikan kebijakan agar Dinas PSDA-ESDM melakukan pembayaran 100% sedangkan proses pengerjaan proyek baru dikerjakan 70%. Hal itu ditampik oleh Hendi, ia memberikan kebijakan untuk menerima pekerjaan kontraktor dengan progres 97% dan membayar 100%.

Hal yang musti dipertanyakan adalah mengapa Hendi saat itu memberi kebijakan tersebut jika tidak ada peran besar didalamnya. Kasus tersebut ada dalam situasi yang cukup rawan politik sehingga pihak kejaksaan tinggi diharapkan bisa lebih tegas terlebih Hendi merupakan peserta Pilkada 2015.

Hingga saat ini sudah ada tersangka yaitu Kepala Dinas PSDA-ESDM Kota Semarang, Nugroho Joko Purwanto yang sempat rapat dengan Wali Kota Hendi. Penetapan kasus ini atas dugaan penyalahgunaan anggaran pembangunan kolam retensi Muktiharjo Kidul yang saat ini kondisinya terbengkalai.

Salah dari warga Muktiharjo Kidul yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan ketidakpuasan atas kepemimpinan Hendi dalam menyelesaikan kasus tersebut.

“Kalau proyek kayak gini aja gak selesai, gimana mau proyek yang lebih besar” keluh dia.(Pa/An)

About suara pemilih cyber team

Check Also

pilkada serentak,suarapemilih.com

Daftar Nama Pasangan Calon Kepala Daerah Pendaftar Pilkada Serentak 2018 di 17 Provinsi

Suarapemilih.com,-Daftar Nama Pasangan Calon Kepala Daerah Pendaftar Pilkada Serentak 2018 di 17 Provinsi Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: