Home / PILKADA / Kecurangan Kampanye Sigit-Windharti di Magelang

Kecurangan Kampanye Sigit-Windharti di Magelang

Suarapemilih.com_Sigit-Windharti
Suarapemilih.com_Sigit-Windharti

Suarapemilih.com – Hari Pertama Kampanye 27 Agustus, Sigit-Windharti sudah mendahului kampanye. Hal ini bisa dikategorikan kecurangan terang-terangan namun tidak ada tindakan apapun dari Panwas.

Momen lebaran sudah hampir usai, tetapi sejumlah balilo foto pasangan balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang, Sigit -Windharti bertuliskan Selamat Idul Fitri 1436 H Mohon Maaf Lahir dan Batin masih terlihat di sejumlah titik jalan protokol. Pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan tersebut dianggap melanggar masa kampanye. Pasalnya, masa kampanye baru dimulai tiga hari pasca penetapan pasangan calon yaitu tanggal 24 Agustus dengan begitu hari pertama kampanye akan dimulai tanggal 27 Agustus mendatang.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang, Basmar Perianto kepada sumber SP Magelang, pasangan calon tidak diperkenankan menggunakan fasilitas negara untuk sosialisasi atau pun kampanye seperti baliho representatif Pemkot Magelang harus dicopot. Selain itu, di sekolah-sekolah, instansi, jalan dan tempat lain yang memajang foto nama kepala daerah harus dicopot.

Tetapi  Pramudi yang merupakan pendukung fanatik Sigit menampik kalau itu bentuk kecurangan, menurutnya hal itu wajar. “Wajar, namanya saja incumbent. Memanfaatkan kekuasaan untuk tujuan politik itu biasa tidak cuma terjadi di Magelang.” Jawabnya dengan ringan.

Saat ditanya bagaimana dengan keberadaan baliho raksasa bergambar Sigit-Windharti tersebut tidak terlihat telah memenuhi legalitas perizinan yang ditentukan. “Itu terserah pemerintah daerah mas, kepala pemerintahannya pak Sigit. Masak mau melarang diri sendiri. Kalau orang lain bisa saja kita sikat.” Pungkasnya sambil selfie. (pn)

About cyber team

Check Also

Ahok Personifikasikan Diri Sebagai Pancasila dan Konstitusi

Ahok Personifikasikan Diri Sebagai Pancasila dan Konstitusi

Suarapemilih.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara  vulgar mempersonifikasikan dirinya dengan …

%d blogger menyukai ini: