Home / BERITA / Kesemrawutan Pilkada Tuai Banyak Protes

Kesemrawutan Pilkada Tuai Banyak Protes

Ilustrasi Kesemrawutan pilkada (suarapemilih.com)
Ilustrasi Kesemrawutan pilkada (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, YOGYAKARTA-Peneliti dari Sinaksak Center, Dr Osbin Samosir MSi menilai salah satu indikator keberhasilan pilkada 2015 adalah kepuasan rakyat terhadap penyelenggara pilkada sebagaimana dijelaskan dalam UU No 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota, namun disisi lain banyak kesemrawutan penyelenggaraan pilkada serentak yang mengundang begitu  banyak protes dari para peserta, Senin (11/01/2016). Sampai saat ini telah banyak protes yang diajukan ke bawaslu.

Asal mula terjadinya kesalahan terkait dengan panwaslu kabupaten/kota datang dari undang- undang, pertama masa kerja panwaslu yang bersifat sementara (adhoc) yakni hanya sepanjang masa tahapan pilkada.

Setelah pilkada selesai, berakhir juga masa kerja mereka. Tidak ada kesempatan yang  panjang dan lama bagi panwaslu untuk belajar dan memahirkan diri sebagai hakim seperti dilakukan  hakim-hakim di Pengadilan Negeri atau Peradilan Tata usaha Negara.

”Kekeliruan yang kedua adalah putusan sengketa oleh panwaslu yang bersifat final dan  mengikat (final and binding). Padahal mereka tidak pernah dipersiapkan secara memadai menjadi hakim.  Sulit mengharapkan kualitas putusan yang adil dan diterima semua pihak  dari panwaslu yang tidak  paham proses dan tata beracara persidangan, sementara pertarungan pilkada adalah pertarungan para  raksasa politik tingkat lokal dengan restu tingkat nasional,” jelas doktor politik lulusan Universitas Indonesia itu.

Sejumlah besar panwaslu Kabupaten/kota diduga tidak cakap dalam bersidang yang tidak adil dalam memeberi putusan sengketa. Dan tidak terpenuhinya kemampuan ini menjadi pengadil yang mahir, kinerja bawaslu mengakibatkan keracunan pilkada. Sehingga yang keluar adalah permakluman atas kinerja buruk panwaslu yang tidak didesain ahli menjadi hakim dalam bersidang.

“Diperlukan pendidikan  dan pengalaman seperti para hakim Tata Usaha Negara dan harusnya pemerintah memepersiapakan para pihak yang berperan sebagai panwaslu,” pungkas Osbin.Mr

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: