Home / BERITA / Langgar Kode Etik,Pengawas Pemilu Dipecat

Langgar Kode Etik,Pengawas Pemilu Dipecat

 

Ilustrasi Penyelenggara Pilkada (suarapemilih.com)
Ilustrasi Penyelenggara Pilkada (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com,Jakarta – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pecat enam orang setelah terbukti melanggar kode etik dalam penyelenggaraan Pilkada 2015,Rabu (27/01/16). Sampai saat ini DKPP juga merehabilitasi sembilan orang para teradu yang tidak terbukti melanggar kode etik.

Enam penyelenggara pengawas Pemilu tersebut, yakni ketua dan dua anggota Panwaslu Kota Manado, Ketua Panwaslu Melawi, Kalimantan Barat, satu anggota panwaslu Cianjur, satu panwascam Kedokanbunder, Indramayu.

Panwas Kota Manado, misalnya digugat ke DKPP, karena menyatakan Jimmy Rimba Rogi memenuhi syarat sebagai calon Wali Kota Manado, padahal masih berstatus terpidana.

“Sjane Walangeri, Roy Jusuf Laya, dan Stenley Walandouw diketahui membuat rekomendasi yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan,” kata anggota DKPP Nur Hidayat Sardini.

Para teradu juga telah dengan sengaja bersikap mengabaikan petunjuk dari lembaga di atasnya, baik Bawaslu Sulawesi Utara maupun Bawaslu Pusat.”Dengan ini menjatuhkan pemberhentian tetap kepada teradu satu, dua, dan tiga atas nama Sjane Walangeri, Roy Jusuf Laya, dan Stenley Walandouw,” ujar Nur Hidayat.

Selain itu, DKPP juga menjatuhkan sanksi peringatan kepada tiga komisioner KPU Berau dan Ketua KPU Bima, Ketua Panwas Bima, satu anggota Panwas Cianjur, ketua, dan satu anggota Panwascam Cipanas, ketua, dan satu Panwascam Pacet, Cianjur.
Sementara itu, para teradu yang tidak terbukti melanggar kode etik, DKPP merehabilitasi sembilan orang, yakni Ketua KPU Banyuwangi, KPU Nias Selatan, Ketua Panwas Banyuwangi, Panwas Balikpapan, dan Panwas Wonogiri.An

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: