Home / BERITA / Licik!! Ini Cara Ahok Tutupi Aib Korupsinya.

Licik!! Ini Cara Ahok Tutupi Aib Korupsinya.

Tutupi Aib Korupsinya, Ahok Cetak Kaos Saya Bangga Jadi Kafir Tapi Tidak Korup(suarapemilih.com)
Gubernur DKI Jakarta Basui T Purnama (Ahok)(suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JAKARTA- Aktivis Ratna Sarumpaet kembali mengungkit candaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berencana membuat kaos bertuliskan “saya bangga menjadi kafir yang penting tidak korupsi”, Sabtu (3/9/2016).

Meski candaan tersebut sudah berlangsung lama, yakni pada Desember 2014 silam, namun Ratna kembali memposting berita tersebut lewat akun Twitter pribadinya @RatnaSpaet.

Aktivis kemanusiaan itu berpendapat, apa yang diucapkan Ahok kala itu hanyalah pencitraan sebagai upaya untuk menutupi tabiat korupnya yang sangat menakutkan. Namun sayang, kata Ratna, tidak semua orang dapat dibeli oleh mantan Bupati Belitung Timur itu.

“HOW FAR CAN YOU GO  HOK @basuki_btp?”. Gak Semua Org Bisa KAU BELI Demi Mnutupi TABIAT KORUP-MU Yg Menakutkan  Itu,” cuit @RatnaSpaet, pada Kamis (1/9/2016).

Sementara itu, Ahok menilai banyak orang yang menyerangnya melalui program atau kebijakan yang dilakukannya dengan isu politik sampai isu rasisme.

“Kalau saya paling gampang cari kelemahan saya. Udah Cina, kafir.kafir. Komplit,” ujar Ahok.

Sebelumnya, Ahok yang hadir dalam sebuah acara bertemakan Demokrasi Tanpa Korupsi, di Museum Nasional, pada (14/12/2015) silam, sempat mengatakan dirinya akan mencetak kaos bertuliskan “saya bangga menjadi kafir yang penting tidak korupsi”.

Ungkapannya itu sebagai respon atas maraknya isu rasisme yang ditujukan padanya.”Saya pikir, saya musti cetak kaos juga, tulisannya, saya bangga jadi kafir yang penting tidak korupsi,” kata Ahok disambut gelak tawa hadirin.

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: