Home / BERITA / Mantan Koruptor Jadi Bupati

Mantan Koruptor Jadi Bupati

 

Ilustrasi pilkada 2015 (suarapemilih.com)
Ilustrasi pilkada 2015 (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com,Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan mantan koruptor menjadi bupati dan wakil bupati Minahasa Utara Vonie Anneke Panambunan-Joppi Lengkong,Jumat (29/01/16). Sampai berita ini di turunkan,Vonie mantan napi ini, memilih tak berangkat ke jakarta untuk mengikuti jalanannya persidangan.

Hal ini lantaran ditolaknya gugatan pasangan lawan, Sompie Singal dan Peggy Mekel oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang yang digelar 26 Januari 2016. Perolehan suara antara pemohon dengan pasangan calon peraih suara terbanyak maksimal 2 persen. “Ditolak karena selisih perhitungan suara lebih dari 2 persen,” tutur Julius.

KPU Minut telah melakukan pleno penetapan paslon bupati dan wakil bupati terpilih di Hotel Sutan Raja.Sementara itu Wakil Bupati terpilih Joppi Lengkong mengaku bersyukur atas keputusan MK yang menolak gugatan itu. “Ini kepercayaan masyarakat untuk memimpin Minut selama 5 tahun ke depan, 2016-2021,” ujar Joppi.

Sementara Vonnie, mantan napi kasus korupsi tahun 2008 itu, memilih tak berangkat ke Jakarta untuk mengikuti jalannya persidangan.

“Saya langsung berdoa mengucapkan syukur kepada Tuhan atas keputusan MK,” ujar Vonnie.Sompie merupakan peserta incumbent dalam Pilkada Minut. Dia merupakan wakil bupati berpasangan dengan Vonnie pada 2005–2010.

Baru 3 tahun menjabat, Vonnie terjerat kasus korupsi. Sompie meneruskan kepemimpinan. Pada 2010, Sompie kembali bertarung di pilkada berpasangan dengan Yulisa Baramuli.Keduanya tampil sebagai pemenang. Sementara itu selesai menjalani masa hukuman pada 2015, Vonnie kembali maju di Pilkada Minut yang mengantarnya kembali ke kursi bupati periode 2016-2021.An

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: