Home / BERITA / MK Bukan Keranjang Sampah

MK Bukan Keranjang Sampah

MK Bukan Keranjang Sampah
Foto Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JAKARTA – Gugatan sengketa pilkada yang tidak memenuhi syarat maksimal selisih suara, satu persatu tak diterima Mahkamah Konstitusi (MK) setelah MK dengan tegas menerapkan Pasal 158 UU Pilkada agar kedepannya MK tak menjadi ‘keranjang sampah’, Kamis (21/01/2016). Sampai berita ini diturunkan 35 gugatan pilkada telah tumbang di MK.

Robikin Emhas salah satunya, kuasa hukum pasangan calon pemenang Pilkada Kabupaten Malang Rendra-Sanusi itu menganggap MK telah melakukan terobosan hukum. ia berharap agar MK bisa menbuat terobosan baru. Agar jika pilkada masuk rezim pemilu, kewenangan mahkamah mengadili sengketa pilkada menjadi penuh dan tidak parsial.

Robikin mengatakan karena sekarang ada batasan-batasan, MK tidak bisa untuk mematuhi peraturan perundang-undangan, karena mereka memutus berdasarkan undang-undang. MK menjadi lebih selektif untuk memilih gugatan yang memenuhi syarat TSM (terstruktur, sistematis, dan massif).

Dia menambahkan putusan MK terkait Pasal 158 perlu diapresiasi. Terutama agar MK ke depannya tak lagi menjadi keranjang sampah penanganan perselisihan pemilu.

Ia menegaskan setiap masalah jangan sampai ditumpuk, kemudian dilemparkan semuanya ke MK. Hal tersebut yang menbuat MK terkesan seperti keranjang sampah dari semua penyelesaian yang ada.

Sementara itu komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menyebut, putusan MK ini menjadi sinyal bagi KPU-KPU di daerah untuk segera melantik pasangan calon terpilih. Terhitung 1×24 jam sejak putusan dibacakan, setelah ada putusan pengangkatan, pelantikan sudah bisa dilakukan. Kf

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: