Home / BERITA / MK Dikecam Keras Komisi II DPR RI

MK Dikecam Keras Komisi II DPR RI

MK Dikecam Keras Komisi II DPR RI
Ilustrasi Mahkamah Konstitusi (MK) (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) dikecam keras oleh Komisi II DPR RI setelah jadwal pembacaan putusan hanya ada dua kali, Kamis (21/01/2016). Sampai berita ini diturunkan banyak pihak yang juga mempertanyakan hal tersebut.

Anggota Komisi II DPR, Arteria Dahlan mengungkapkan berdasarkan Peraturan Mahkamah Kontitusi (PMK) Nomor 2 Tahun 2015 sebagaimana telah diubah dengan PMK Nomor 7 Tahun 2015 mengenai jadwal persidangan perselisihan Pilkada, jadwal pembacaan putusan hanya ada dua kali, yaitu yang pertama pembacaan Putusan dismisal pada 18 Januari dan yang kedua pembacaan putusan akhir pada 2-7 Maret 2016.

Menurutnya, MK wajib menjelaskan tentang hal ini kepada publik. Dikarenakan, jadwal sidang merupakan isu substantif dan menyangkut formalitas beracara. Apabila dilanggar, maka akibatnya hukum menjadi cacat format dan putusannya tidak mengikat.

“Apakah jika sidang pembacaan Putusan digelar di luar jadwal, nantinya tidak akan menimbulkan persoalan hukum? Bagaimana kalau di challenge? Kan berabe,” tuturnya.

Ia menambahkan MK juga wajib menjelaskan kepada publik kenapa PMK Nomor 7 Tahun 2015 berbeda dengan Pasal 158 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada terkait batasan pengajuan gugatan hasil selisih suara 0,5-2 persen ke MK.

Sama dengan, Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA), Said Salahudin, juga mempertanyakan hal tersebut. Seharusnya jadwal sidang jangan dianggap sepele oleh MK. Sebab, hal ini adalah syarat formil dari proses penanganan perkara perselisihan Pilkada di MK yang bisa saja berdampak pada keabsahan putusan yang dibacakan oleh MK. Kf

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: