Home / BERITA / Napi Korupsi Atur Strategi Kampanye Pilkada dari LP

Napi Korupsi Atur Strategi Kampanye Pilkada dari LP

Diduga Titik Kirnaningsih seorang Napi Korupsi tidak hanya membagi kaos bergambar suaminya yang merupakan calon walikota Salatiga utk para napi. Tapi juga mengatur strategi pemenangan pilkada dari balik penjara.

Titik Kirnaningsih Bagikan Kaos Yaris di Rutan

SALATIGA – Seperti yang dilaporkan oleh Koran pagi Wawasan bahwa, Titik Kirnaningsih, warga binaan kasus korupsi Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salati ga berulah di dalam Rumah Ta han an (Rutan) Klas IIB Salatiga. Istri mantan Walikota Salatiga Yuliyanto itu me manfaatkan fasilitas negara untuk kampanye di dalam rutan dengan membagi-bagikan kaos Yuliyanto-Haris (Yaris) yang akan maju kembali dalam Pil kada Salatiga 2017.

Kejadiannya sendiri pada pertengahan Desember 2016 lalu, namun baru tercium awak media Senin (9/1), setelah Ketua DPRD, Teddy Sulistyo memanggil pihak Rutan Klas IIB Salatiga ke DPRDuntuk dikonfirmasi. Na mun dua staf Rutan Klas IIB Sa latiga yang memenuhi panggilan Teddy membantah kedatang annya untuk dikonfirmasi terkait ulah Titik di dalam rutan.
“Kami datang untuk urusan pribadi. Kalau untuk soal itu (soal Titik Kirnaningsih) silakan ke Kepala Rutan langsung saja,” elak Nur, staf rutan yang dicegat wartawan di kantor DPRD, kemarin. Teddy sendiri kepada wartawan membenarkan dirinya memanggil pihak Rutan Klas IIB Salatiga untuk mengklarifikasi.

“Ya, Titik infonya bagi-bagi kaos di dalam Rutan. Makanya saya panggil orang Rutan. Jujur sebagai Ketua DPRD dan Ketua DPC PDIP saya mempertanyakan ini, karena jelas itu tidak benar,” tandas Teddy. Ditanya mengapa tidak melapor Panwas, dengan tegas Teddy menyebut tidak lagi percaya dengan kridibilitas Panwas. “Saya sudah tidak percaya dengan Panwas,” tegasnya.

■ Membenarkan
Gayung bersambut. Informasi Ketua DPRD ini dibenarkan Kepala Rutan IIB Salatiga, Yunengsih. Dihubungi melalui sam bungan telepon seluler, Yunengsih menjelaskan peristiwa yang dia anggap sebagai sebuah kecolongan institusi yang dipimpin. “Sebenarnya kejadiannya per tengahan bulan lalu (pertengahan Desember 2016). Dimana, saya mendapatkan informasi bahwa Ibu Titik Kirnaningsih melakukan bagi-bagi kaos bertuliskan Yaris di dalam Rutan,” kata Yunengsih, Senin (9/1) petang.
Dia yang mengetahui betul bahwa Rutanmerupakan salah satu fasilitas negara dan dilarang untuk kegiatan kampanye/politik/pilkada langsung merespon keras dengan memperingatkan Titik Kirnaningsih bahwa yang dilakukan adalah salah.
Saat itu juga, dirinya memerintahkan anak buahnya untuk menarik kembali kaos. Penerima kaos diminta tidak memakainya di dalam Rutan melainkan untuk diberikan kepada keluarga napi diluar Rutan. “Kami langsung perintahkan kaos kurang lebih 10 buah ditarik lagi. Jumlahnya memang tidak banyak karena Titik menyasar WA/napi yang berKTP Salatiga saja, itu pun jumlahnya di Rutan tidak banyak,” tegasnya.

Pascapenemuan kaos Yaris di dalam Rutan, Yuneningsih pun langsung memberikan warning kepada Titik. Ia pun menegaskan tidak peduli Titik bekas istri Walikota atau pun suaminya adalah incumbent yang bakal maju lagi dalam Pilkada Salatiga. “Kami (Rutan) bukan struktural di bawah Pemerintahan Kota Salatiga.
Kami ada aturan sendiri dari Kementerian Hukum dan HAM. Jadi saya tidak peduli dia bekas istri walikota atau pernah menja￾bat di Salatiga. Yang jelas semua sama di dalam Rutan,” tuturnya.

Ia membenarkan jika jam kunjungan dimanfaatkan oleh orangorang Titik untuk ‘berkampanye’ suaminya di dalam Rutan. Namun dirinya tak bisa menjelaskan bagaimana kaos bertuliskan Yaris bisa masuk ke dalam Rutan, apakah pemeriksaan tidak dilakukan. “Modusnya bezuk. Yang jelas ini memang keteledoran petugas kami di bagian pintu pemeriksaan. Tapi kami sudah memberikan peringatan keras. Ya bisa dikatakan kecolongan karena kurang cermat dari petugas,’‘ tegasnya lagi.

Disinggung soal informasi yang menyebutkan Titik juga sempat keluar dan melakukan kegiatan politik di kediamannya di Jalan Merdeka Selatan Salatiga,
Yuneningsih menegaskan hal itu tidak benar. “Tidak mungkin kami gegabah. Yang jelas kami tidak ada kepentingan (politik).
Boleh cek mulai dari berkas dari keterangan petugas kami. Dia memang pernah sekali keluar karena sakit, itu pun sudah lama dan berdasarkan rujukan dokter Rutan,” terangnya.
Terkait Titik bagi-bagi kaos Yaris di Rutan, mantan anggota DPRD Salatiga itu tak sampai kena sanksi.
Terpisah, Humas Yaris Dian Ade Permana saat diminta tangngapannya menjelaskan, semua warga tentu bisa bezuk dan berdiskusi asal memenuhi jadwal yang dttentukan Rutan. ■ rna/SR

 

About cyber team

Check Also

Calon Walikota Salatiga Agus Rudianto Janjikan Kebutuhan Dasar Pendidikan SD & SMP Gratis

Calon Walikota Salatiga Agus Rudianto janjikan program pendidikan gratis untuk siswa SD dan SMP. Bahkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: