Home / BERITA / “Partai Minta Saham “ Marak, JPPR Tak Heran

“Partai Minta Saham “ Marak, JPPR Tak Heran

Ilustrasi JPPR (suarapemilih.com)
Ilustrasi JPPR (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com,Jakarta – Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR)‎, Masykurudin Hafidz tak begitu heran dengan permintaan mahar politik setelah belajar dari pengalaman pilpres lalu yang tak bisa jauh dari “saham”,Sabtu (05/11/2015). Sampai berita ini di turunkan, Seminggu lalu megawati sudah menyampikan hal ini, bahwa mahar memang masih ada.

Partai menjanjikan akan membantu si calon dalam gelaran Pilkada, dinilainya hanya kebohongan. Pasalnya, dalam catatan JPPR, tidak lebih dari 5% sumbangan dari partai dalam bentuk uang dan sisanya modal pribadi dari para pasangan calon.

“Sebanyak 90 persen pembiayaan pasangan calon, itu milik pasangan calon sendiri. Parpol sedikit, sumbangan ala kadarnya. Permintaan ‘saham’ parpol terjadi saat pencalonan, di samping itu tidak mau cawe-cawe sukseskan paslonnya,” ungkapnya.

Hafidz menjelaskan, saat ini memang ada hal baru yang berpengaruh pada proses Pilkada Serentak. Terutama soal kampanye yang dilakukan pasang calon, di mana ada peraturan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa 50 persen biayanya turun dari anggaran Pilkada dari KPU.

“Tapi itu kan sebenarnya untuk sosialisasi paslon. Di sisi lain, paslon ini tidak dibatasi (biayanya) jadi satu dikasih, di sisi lain tidak dibatasi berapa uang yang dikeluarkan. Jadi kampanye yang keliatan memang turun karena dibatasi, tapi kampanye di bawah meja, itu sebenarnya masih terjadi,” pungkas Hafidz. An

About suara pemilih cyber team

Check Also

Blusukan Rudi Brengos Di Pasar Sapi Rejosari yang Mangkrak

Salatiga – pedagang pasar rejosari di kagetkan dengan kehadiran pak brengos (agus rudianto) calon walikota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: