Home / BERITA / Pasien Miskin di Kendal disuruh Pulang, Tak Ada Jaminan Kesehatan dari Pemda

Pasien Miskin di Kendal disuruh Pulang, Tak Ada Jaminan Kesehatan dari Pemda

foto: Bupati Kendal saat Resmikan Ruang RSUD Soewondo

Suarapemilih.com – RSUD Soewondo Kabupaten Kendal telah dinobatkan sebagai RS bertipe B yang artinya harus mengedepankan pelayanan prima. Tetapi, Yuti, warga asal Dusun seser RT 03 RW 02 Desa Parakan Sebaran Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal tidak mendapatkan pelayanan yang selayaknya karena tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatan.

Ia tak bisa mendapatkan perawatan dokter dengan semestinya bahkan ia disuruh pulang oleh pihak rumah sakit. Padahal, menurut Achmad Mishrin, Divisi Bantuan Hukum SRMI (Serikat Rakyat Miskin Indonesia) Kabupaten Kendal, Yuti merupakan warga miskin yang menderita tumor ganas di bagian leher dan menutupi saluran tenggorokan sehingga ia tidak bisa makan.

Ia tidak memiliki BPJS Kesehatan ataupun Jaskesmasda yang ditanggung oleh pemerintah. Ia berobat hanya menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diajukan oleh pejabat desa setempat.

Pihak rumah sakit mengeluarkan Yuti dengan alasan sudah membaik. Memang keluarga menyatakan sudah sedikit membaik tetapi belum sembuh total. Padahal, SKTM tersebut bisa mengover warga miskin non kuota.

Menurut Perbup No 24 Tahun 2015 tentang jaminan kesehatan masyarakat daerah (Jamkesmasda) jika Rumah Sakit Umum tingkat kabupaten tidak mampu menangani dan harus merujuk ke Rumah Sakit tingkat Propinsi, seluruh biaya pasien SKTM ditanggung oleh Pemerintah Daerah.

Dengan begitu, seharusnya Yuti mendapat perhatian dari Pemda untuk menyelesaikan pengobatannya kembali bukan malah dipulangkan.

“Karena tidak ada biaya dia (Yuti,red) dibawa pulang naik motor. Kata petugas rumah sakit Yuti sudah sehat, padahal kondisinya masih sangat membutuhkan perawatan medis. Kalau dirumah sakit ada suplemen makanan, kalau dirumah Yuti tidak bisa makan. Padahal menurut keluarga Yuti masih perlu perawatan, eh ini malah disuruh pulang,” keluh adik Yuti, Mujiyanto.

RSUD yang menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut justru semakin buruk dalam pelayanan. Ironisnya, rumah sakit tersebut milik pemkab yang seharusnya lebih baik dan lebih diperhatikan dari rumah sakit lainnya.

Pelayanan-pelayanan buruk tersebut contohnya disaat pasien ingin berobat di bagian tertentu tetapi dokter belum datang dan justru dilempar-lempar tanpa ada yang menangani.

Hingga saat ini pun Bupati Kendal yang notabenenya seorang dokter justru tidak terlihat memperbaiki sistem yang telah ia buat. Petahana dr.Widya Kandi Susanti malah sedang sibuk dalam mempersiapkan untuk maju lagi dalam Pilbup 2015.(pa)

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: