Home / BERITA / Pejabat Resah Adanya Gunjingan Mutasi Pilkada

Pejabat Resah Adanya Gunjingan Mutasi Pilkada

ilustrasi pejabat negara (suarapemilih.com)
ilustrasi pejabat negara (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, RIAU-Banyak pejabat yang resah akan dimutasi usai pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak ini, pasalnya dalam pilkada serentak yang digelar 9 Desember 2015 lalu banyak menimbulkan desas-desus mutasi yang berefek luar biasa bagi para pejabat khususnya di 9 Kabupaten/kota yang mengikuti pilkada, Senin (4/01/2016). Sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan lebih lanjut.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Riau Asrizal, mengatakan, pilkada tidak hanya memilih kepala daerah saja, namun disis lain pilkada juga menimbulkan gunjingan yang berefek kepada para pejabat. “Banyak pejabat yang resah akan dimutasi usai pilkada serentak ini,” ujarnya siang tadi.

Menanggapi keresahan pejabat-pejabat tersebut, Asrizal membeberkan UU Nomor 5 Tahun 2014 dimana pejabat pembina kepegawaian hanya dapat melakukan mutasi melalui seleksi terbuka. Sementara dalam mengisi kekosongan jabatan harus melakukan konsultasi ke Komisi Aparatur Seleksi Nasional (KSN) untuk membentuk panitia seleksi.

“Semua ada prosedurnya, tidak bisa asal mutasi. Apalagi diduga isu mutasi ini timbul lantaran adanya Pilkada serentak lalu,” ungkap Asrizal.

Kemudian, pada Nomor 8 Tahun 2014 Pasal 162 Ayat 3 disebutkan, bahwa Gubernur, Bupati/Walikota dilarang melakukan pergantian terhitung 6 bulan sejak pelantikan atau 6 bulan dalam masa berakhir jabatannya terhitung dari tanggal pelantikan.

“Pejabat pembina kepegawaian (PPK) baik di provinsi, maupun kabupaten/kota tidak bisa melakukan pergantian jabatan dalam masa 6 bulan berakhirnya jabatannya. Jadi silakan taati peraturan,” tutup Asrizal .Mr

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: