Home / BERITA / Pelanggaran Meningkat, Polda Jateng Ketatkan Pengamanan

Pelanggaran Meningkat, Polda Jateng Ketatkan Pengamanan

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Nur Ali
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Nur Ali (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JATENG – Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 9 Desember 2015 mendatang Polda Jateng akan sungguh-sungguh memperhatikan pengamanan setelah Bawaslu Jateng mencatat terdapat 198 dugaan pelanggaran yang terjadi di Jateng, Selasa (24/11/2015). Sampai berita ini diturunkan Polda Jateng telah memetakan daerah rawan konflik di  pilkada Jateng.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Nur Ali mengatakan bahwa pihaknya selalu memperbarui segala sesuatu yang dikira akan mengganggu jalannya pilkada. Pihaknya juga telah menegakkan hukum terhadap pelanggaran pidana pemilu khususnya menjelang pilkada Kabupaten/Kota di Jateng.

Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jateng Teguh Purnomo menjelaskan terkait kasus pelanggaran yang terjadi di Jateng. Berdasarkan laporan dari 21 Panwas di Daerah yang menyelenggarakan pilkada terdapat 33 kasus keterlibatan kepala desa/perangkat desa, 6 kasus penyelenggara pemilihan tidak netral, 7 kasus kampanye diluar jadwal, 3 kasus kampanye di tempat terlarang, 10 kasus money politik, 1 kasus sengketa pemilihan dan 3 kasus tindak pidana pemilihan.

Teguh Purwanto menegaskan indeks kerawanan pilkada terbanyak terdapat di Kabupaten Sragen, Boyolali, Pekalongan, dan Pemalang. Termasuk, daerah yang tingkat kerawanan masuk daftar pelanggaran. Ada dua kasus yang telah disidangkan ke meja hijau terdapat di Kecamatan Sambirejo Sragen dan Pemalang.

Akan tetapi, kasus yang terdapat di Kecamatan Simbirejo Sragen yang menyangkut ketidaknetralan camat tersebut divonis dengan hukuman satu bulan penjara dan denda Rp1,5 juta subsider satu bulan kurungan. Sementara dalam kasus di Pemalang berupa menggunakan fasilitas pemerintah untuk kampanye, kata dia, terdakwa divonis dua bulan penjara dengan masa percobaan empat bulan serta denda Rp1 juta.

Polda Jateng berharap ke depan Sentra Gakkumdu dapat membantu agar penegakan hukum terhadap kasus-kasus pelanggaran tindak pidana pemilu tetap jalan. Kf

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: