Home / BERITA / Pembangunan Mangkrak, Salatiga TelahTermakan Janji-janji Manis

Pembangunan Mangkrak, Salatiga TelahTermakan Janji-janji Manis

Janji bagi seorang kesatria adalah mempertaruhkan harga diri. Penggalan sebuah lagu galau/sedih yang dinyanyikan oleh band zivilia, “ janji hanya tinggal janji” dari kalimat itulah yang bisa saya nilai dari sebuah kepemimpinan yang dijalankan oleh orang nomer satu di salatiga pada periode 2011-2016 kemaren.

“Kepemimpinan yang gagal” menjadi kalimat yang tepat untuk menilai pemerintahan itu, kegagalan tersebut terdapat diberbagai sektor yang dipimpinnya, dan saya yaqin seluruh masyakat yang mau membuka mata akan membenarkannya.

Visi-misi serta janji-janji kampanyemu dahulu ternyata dinilai cerdas dan revolusioner oleh para tokoh masyarakat, kyai dan warga salatiga. Sehingga berbondong bondong dukungan kau rebut dan kau dapatkan, mereka dengan sukarela bahu membahu membantumu karena segudang impian untuk rakyatmu biasa kau wujudkan. Maka jadilah kau seorang Raja/orang nomer satu di kota ini.

Layaknya seorang raja yang duduk di singga sana bersolek dan merias diri akan citramu , dan masyarakatpun akhirnya merasakan bukti-bukti akan janji-janji yang kau ucapkan hanyalah sebatas janji, sebuah realisasi yang diharapkan oleh masyarakat kota yang mengingikan adanya perubahan yang baik atas pemerinthannya terpaksa harus puas memupus harapan tersebut. Kota salatiga tetaplah kota salatiga yang biasanya, tanpa adanya suatu perubahan yang nyata atas kinerjanya. Kesehatan , kemakmuran, perbaikan fasilitas publik yang dijanjikan atas kampanyenya hanyalah angin lalu yang harus dinikmati oleh msyarakat salatiga.

Berbagai bangunan mangkrak yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk fasilitas publik menjadi sebuah bukti kepemimpinan yang kau punya, puskesmas pembantu di daerah canden kota salatiga menjadi segelintir tempat yang menjadi saksi bisu atas prestasi kepemimpinannya. Dimana janji-janji kampanyemu untuk memperbaikinfasilitas ituu? Minimnya serapan anggaran di setiap tahunnya menjadikan bukti nyata atas ketidakmampuannya memimpin dan membawa kota salatiga ini menjadi kota yang diharapkan oleh masyarakatnya, menjamurnya sederet minimarket menjadi bukti juga kepada siapa berpihak dalam memimpin. Keasyikannya dalam mengatur roda permainan tender proyek dan lelang jabatan membuatnya lupa atas fitrahnya seorang pemimpin yang seharusnya bekerja untuk kesejahteraan rakyat tak lagi menjadi kepeduliannya.

Haruskah kita kita sebagai rakyat menjadikan lagi kau berkuasa? Saya rasa tidak‼ Mari sedulurku, sahabatku , dan teman-teman sekotaku kita lawan ketidak adilan ini, satukan tekad dan harapan kita untuk suatu perubahan di kota tercinta. Kita ajak teman-teman dan saudara kita untuk tidak memilihnya. Salam bangkit untuk perubahan nyata.

About cyber team

Check Also

Calon Walikota Salatiga Agus Rudianto Janjikan Kebutuhan Dasar Pendidikan SD & SMP Gratis

Calon Walikota Salatiga Agus Rudianto janjikan program pendidikan gratis untuk siswa SD dan SMP. Bahkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: