Home / BERITA / Perbandingan Kinerja Menteri Susi dan Ahok

Perbandingan Kinerja Menteri Susi dan Ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti(suarapemilih.com)
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti(suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JAKARTA-Pendaftaran Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta memang belum dibuka, namun antusias para calon nampaknya mulai memanas, kini nama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti masuk dalam bursa bakal calon Gubernur jakarta,Senin (25/4/2016). Sampi berita ini diterbitkan, Gubernur Jakarta Basuki T Purnama alis Ahok sempat menanggapi berita ini.

Seperti diketahui, Menteri Susi dikenal dengan sosok tak banyak bicara namun kerjanya nyata, Ia sangat antusias dalam menggarap tugas-tugasnya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Telah banyak yang dikerjakannya untuk membantu perekonomian Indonesia dari ladang kelautan perikanan.

Salah satunya memberantas pencurian ikan ilegal (illegal unreported unregulated fishing/IUUF), dengan Satuan Tugas (Satgas) 155. “Setahun KKP luar biasa memberikan sumbangsih bagi pertumbuhan ekonomi daripada Indonesia dengan penenggelaman kapal memberikan deterrence effect,” tutur Susi yang juga selaku Komandan Satgas 115.

Berseberangan dengan Ahok yang dikenal dengan ceplas-ceplosnya jika berbicara. Hingga kini belum ada hal yang membuat Jakarta berubah dengan tugas yang digarap Ahok. Kemacetan hingga banjirpun masih melanda Ibukota negara tersebut.

Namun saat ditanya terkait masuknya Menteri Susi ke bursa Pilkada, Ahok mengaku tidak masalah jika ingin masuk di kompetisi pemimpin Jakarta.

“Saya kira tidak masalah. Saya perlu sampaikan, ini Jakarta daerah khusus ibu kota, tentu harusnya jadi etalase, negara. Yang jadi gubernur harus jadi yang terbaik dari yang terbaik,” kata Ahok di Lapangan RTI, Jakarta.

“Masing-masing warga DKI punya pikiran masing-masing. Mau pilih yang perempuan, yang rohani, yang santun, yang lebih pinter, itu masing-masing. Makanya dalam pilkada tidak pernah mengatur pilkada 100 persen, tapi 50 persen + 1. Kalau di daerah lain yang tertinggi yang menang. Kenapa? Karena masing-masing kepala kan punya pikiran berbeda. Syarat dinaikkan tidak masalah kan masyarakat yang memilih,” pungkasnya.Adm

About suara pemilih cyber team

Check Also

Blusukan Rudi Brengos Di Pasar Sapi Rejosari yang Mangkrak

Salatiga – pedagang pasar rejosari di kagetkan dengan kehadiran pak brengos (agus rudianto) calon walikota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: