Home / BERITA / Perjalanan Junaedi Memimpin Pemalang, Mengecewakan!

Perjalanan Junaedi Memimpin Pemalang, Mengecewakan!

foto: Bupati Pemalang Junaedi/google
foto: Bupati Pemalang Junaedi/google

 

Suarapemilih.com – Setiap masyarakat pasti menginginkan pemimpin yang dapat membawa perubahan baik terhadap wilayahnya. Masyarakat memilih pemimpin tidak asal-asalan karena mereka percaya dan yakin bahwa pemimpin itu dapat membawa perubahan baik terhadap wilayah yang dipimpinnya. Tapi hal itu tidak berlaku untuk Junaedi SH MM bupati Pemalang. Dimasa pemerintahannya yaitu pada periode 2010-2015, masyarakat Pemalang menilai tidak ada perubahan di Pemalang. Banyak persoalan yang belum bisa diselesaikan.

Berikut Ini adalah beberapa contoh persoalan yang terjadi pada waktu periode pemerintahan Junaedi.
1. Maraknya pungli di dunia pendidikan
Pada periode pemerintahan Junaedi tahun 2013 pungutan liar semakin marak terjadi di dunia pendidikan tanpa ada larangan dari pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pemalang. Entah tidak memperdulikan kondisi ekonomi, atau hanya karena alasan manis saja. Pungli di dunia pendidikan seakan dibiarkan begitu saja oleh peerintahan kabupaten Pemalang. Dan seharusnya menjadi tanggung jawab besar Junaedi.
2. Di demo AKDP karena lelet dalam menyelesaikan masalah pro-kontra AKDP dan AKAP
Masih ditahun 2013, masalah kembali muncul yaitu pro-kontra antara AKDP dan AKAP yang tidak segera di selesaikan. Awak AKDP geram dan mengamuk di depan kantor bupati Pemalang. Mereka membakar ban dan merusak segala yang ada di lingkungan kantor bupati Pemalang. Mereka marah karena pemerintah tidak segera mencabut trayek bis AKAP yang membuka trayek di jalur Pemalang selatan yang mematikan penghasilan dan mata pencaharian awak bis AKDP, selain itu membahayakan pengguna jalan jalur Pemalang selatan.
3. Tidak ada perubahan yang berarti semasa kepemimpinan Junaedi
Tahun 2015, dimana sebentar lagi akan diadakan pemilihan bupati baru. Tentunya bupati yang sudah menjabat periode lalu menjadi tolak ukur untuk memilih bupati yang berikutnya. Banyak penilaian masyarakat tentang bupati Pemalang, sebagian orang menyatakan bahwa belum ada prestasi yang menonjol yang dihasilkan Junaedi, mereka berpendapat Pemalang semakin terpuruk, permasalahan semakin rumit, dan infrstruktur jalan yang buruk di hampir setiap wilayah.
4. Kurang seriusnya dinas PU dalam bekerja
Tahun 2014, sejumlah pihak menilai bahwa kinerja dinas PU yang kurang serius dalam bekerja menangani kerusakan infrastruktur jalan yang penyebarannya hampir merata, mangkraknya bangunan rusun, dan yang lebih parah lagi adalah ambruknya jembatan comal. Bupati Pemalang seharusnya mengevaluasi kinerja dinas PU, agar mereka tidak menyepelekkan pekerjaannya.

Uraian-uraian diatas adalah sedikit dari beberapa masalah dalam masa pemerintahan Junaedi. Menurut ketua GMPRP, Ivan Faiz Affandi menyatakan bahwa sejauh ini tidak ada perubahan yang berarti di Kabupaten Pemalang.
“saya pikir warga Pemalang juga sependapat dengan saya dan sudah lelah dengan keadaan seperti ini. Kita saat ini benar-benar membutuhkan pemimpin yang pro rakyat” katanya saat bertemu SP.

Mereka berharap yang menjadi bupati periode 2016-2020 adalah orang yang benar-benar mau berjuang dan membuat perubahan unuk Pemalang, bukan hanya mengincar jabatan dan kekuasaan saja, selain itu juga yang benar-benar mampu bekerja bukan hanya berpura-pura. Perubahan itu bisa terjadi dan bukan hal yang mustahil jika mempunyai pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan. Karena mereka tidak ingin terpuruk dalam lubang yang sama sehingga benar-benar pilih-pilih dalam memilih pemimpin.(Le).

About suara pemilih cyber team

Check Also

Blusukan Rudi Brengos Di Pasar Sapi Rejosari yang Mangkrak

Salatiga – pedagang pasar rejosari di kagetkan dengan kehadiran pak brengos (agus rudianto) calon walikota …

%d blogger menyukai ini: