Home / BERITA / Pidato Megawati Soekarnoputri dalam Pembukaan ICAPP

Pidato Megawati Soekarnoputri dalam Pembukaan ICAPP

Pidato-Megawati-ICAPP-2016-Jakarta (suarapemilih)
Pidato-Megawati-ICAPP-2016-Jakarta (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JAKARTA- Pada pembukaan International Conference of Asian Political Parties (ICAPP) ke-26, dihadiri 10 ketua umum partal politik Indonesia dan pimpinan parpol dari kawasan Asia, Afrika dan Amerika Latin ini dimulai dengan Pidato Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Megawati dalam pidatonya menegaskan pentingnya eksistensi sebuah partai. Menurut dia, partai didirikan dalam satu negara sebagai alat pembebasan dan hal itu menjadi pegangan teguh
partai politik.

“Dan sebagai alat pembebasan ini harus menjadi orientasi dari parpol yang dibentuk,” kata Megawati.

Berikut ini Pidato Lengkap Megawati Soekarnoputri dalam Pembukaan ICAPP:

SAMBUTAN PEMBUKAAN
INTERNATIONAL CONFERENCE OF ASIAN POLITICAL PARTIES (ICAPP)

“PERAN PARTAI POLITIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DEMOKRASI YANG MENSEJAHTERAKAN RAKYAT”

MEGAWATI SOEKARNOPUTRI
PRESIDEN KELIMA REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 22 April 2016

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Damai Sejahtera bagi kita semua
Syalom
Namo Buddhaya
Om Swastiastu

Yang saya hormati, YM. Jose De Venesia Jr (Chairman of ICAPP Standing Committee),
YM. Fransisco Cafiero (Vice Chairman of COPPPAL)
YM. Dr. Nafie Ali Nafie (CAPP Secretary General)

Selamat datang di Indonesia kepada seluruh delegasi International Conference of Asian Political Parties (ICAPP) di Indonesia. Selamat datang para pimpinan dan anggota Partai politik, para sahabat dari Negara-negara kawasan Asia, Afrika dan Amerika Latin. Suatu kehormatan bagi saya dapat berbicara di hadapan saudara-saudara untuk menyampaikan gagasan politik: “partai politik dalam meningkatkan kualitas demokrasi untuk kesejahteraan rakyat”. Kesejahteraan rakyat haruslah menjadi muara perjuangan seluruh partai politik, di belahan dunia mana pun.

Saya meyakini kesejahteraan rakyat tidak mungkin tercapai tanpa adanya kemerdekaan politik dan kemerdekaan ekonomi. Kemerdekaan hanya bisa hadir jika di dalam suatu Negara tumbuh subur dan bermekaran tak hanya demokrasi politik, namun juga demokrasi ekonomi. Sebuah demokrasi yang membuka pintu selebar-lebarnya bagi rakyat untuk terlibat dalam memuwudkan kedaulatan politik dan kedaulatan ekonomi bangsanya.

Di era politik modern keberadaan partai politik adalah suatu keniscayaan. Bagi saya, partai adalah alat perjuangan untuk menciptakan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan. Melalui partai politik kita melakukan pengorganisiran rakyat secara sistematis, berjuang melenyapkan susunan masyarakat “lama” yang terkurung feodalisme dan ketertindasan, menuju terwujudnya suatu susunan masyarakat “baru”, yang di dalamnya rakyat hidup merdeka, merdeka yang sejati-jatinya – lahir dan batin.

Hadirin yang kami muliakan,

Saya telah memimpin partai politik (PDI Perjuangan) dari suatu masa yang sangat sulit, pada tahun 1993. Jatuh bangun kami alami, kami telah menapaki jalan yang terjalan dalam sejarah kepartaian di Indonesia. Kami dibungkam, kami terpuruk, kami bangkit, kami terpuruk lagi, kami berjuang dengan segenap romantika, dinamika dan dialektika, berada di pemerintahan, di luar pemerintahan, dan akhirnya kembali memperoleh kepercayaan rakyat menjadi pemenang Pemilu Legislatif tahun 2014.

Itulah sebabnya kami mampu mengusung sekaligus memenangkan Presiden dan wakil Presiden dalam Pemilu pada tahun yang sama. Namun perjuangan kepartaian tidak selesai dengan memenangkan pemilu. Tanggung jawab yang lebih besar justru ketika berada di dalam pemerintahan.

Hadirin yang saya hormati,

Tujuan mendirikan dan membangun suatu partai politik bukanlah semata-mata mengejar kekuasaan politik, meskipun kita semua memahami, kekuasaan penting sebagai sarana untuk melapangkan perjuangan dalam mensejahterakan rakyat. Namun tugas dan tanggung jawab partai politik yang sesungguhnya adalah berjuang. Berjuang untuk membebaskan rakyat dan bangsa dari penjajahan dalam bentuk apapun yang menyebabkan ketertindasan, kemiskinan dan kebodohan.

Inilah filosofi dan landasan historis berdirinya partai di belahan dunia ketiga dan negara paska kolonial, terutama di Asia, Afrika dan di Amerika Latin. Dengan demikian, partai bukan sekedar mesin elektoral. Bagi kita, partai adalah alat pembebasan. Itulah motif dan orientasi otentik pendirian partai yang seharusnya selalu kita sadari, kita yakini, dan selalu kita pegang teguh.

Hadirin yang saya muliakan,

Ijinkan saya menyampaikan suatu gagasan tentang partai politik dari Bapak Bangsa Indonesia, Bung Karno. Partai dalam konsepsi beliau dinamakan Partai Pelopor. Partai politik agar efektif dalam menciptakan kesejahteraan rakyat, harus merupakan suatu partai pelopor, yaitu partai yang memiliki disiplin dalam organisasinya: disiplin Ideologi, disiplin teori, disiplin gerakan dan disiplin tindakan Untuk menghadirkan kedisiplinan tersebut, di dalam suatu partai dibutuhkan pemimpin. Pemimpin yang dimaksud adalah pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpian, dalam arti mampu menciptakan, sekaligus menjalankan kesatuan gagasan dan aksi dalam organisasi.

Hal penting lainnya dalam konsepsi mengenai partai pelopor adalah partai harus menjadikan rakyat sebagai cakrawati perjuangan, rakyat sebagai sumber sekaligus muara perjuangan partai. Karena itu, tugas utama partai adalah membangun, mengelola, serta menyatukan segenap kekuatan rakyat.

Tujuannya, agar rakyat yang tadinya onbewust menjadi rakyat yang bewust, rakyat yang tidak sadar menjadi rakyat yang sadar. Setelah berhasil menciptakan kesadaran di diri rakyat, tugas berikutnya dari partai pelopor adalah membangkitkan kemauan dan keberanian rakyat untuk terlibat dalam menentukan keputusan-keputusan politik yang penting.

Hadirin yang saya hormati,

Tema konferensi ICAPP ini sangatlah penting di era globalisasi ini. Selain ada peluang dan keuntungan ekonomi, globalisasi dan pasar bebas melahirkan problematika yang perlu kita sikapi bersama pula. Kita tidak mungkin menyelesaikan sendiri masalah terorisme, kejahatan dalam sektor keuangan dan perbankan, narkotika, bahkan perdagangan manusia.

Kondisi ini jika tidak segera kita sikapi bersama, bisa dipastikan akan meredusir kemanusiaan, melemahkan nasionalisme, dan menghancurkan demokrasi gotong royong, yang pada akhirnya menjauhkan kesejahteraan sekaligus pupusnya persaudaraan antar bangsa.

Saya yakin, kerjasama antar partai Politik melalui ICAPP ini mampu mengurangi berbagai persoalan global tersebut. Saya juga yakin kita mampu membangun kesejahteraan melalui pasar yang berkeadilan. Tentu saja partai politik memiliki peran strategis untuk mewujudkan cita-cita tersebut dan itu bukanlah sebuah cita-cita yang mustahil. Apa yang terjadi 61 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 18 sampai dengan 24 April 1955, para pendiri bangsa dari 29 negara Asia dan Afrika berkumpul di Indonesia, tepatnya di kota Bandung.

Mereka mewakili lebih dari setengah penduduk dunia, duduk bersama untuk berurun rembuk pemikiran. Perhelatan tersebut dikenal dengan Konferensi Asia-Afrika. Dirumuskanlah suatu piagam perjuangan, yang diberi nama Dasa Sila Bandung. Dari konferensi tersebut lahirlah gelora semangat kemerdekaan bangsa-bangsa di kawasan Asia, Afrika dan Amerika Latin.

Hadirin yang saya muliakan,

Saya yakin ini bukan suatu kebetulan belaka. Konferensi ini juga bertepatan dengan tanggal dilaksanakannya Konferensi Asia Afrika. Saya meyakini, ini merupakan takdir sejarah, yang menyadarkan kita sudah saatnya kita berani menghidupkan kembali spirit pembebasan bangsa-bangsa dari belenggu liberalisme dan kapitalisme yang menyusup melalui isu finansial global, isu keterbukaan informasi dan teknologi, isu lingkungan dan kesehatan, bahkan acap kali dapat berupa kedok hukum internasional.

Hadirin yang saya banggakan,

Semangat para pendiri bangsa, telah menyatukan kita untuk menyelesaikan tugas sejarah yang telah mereka pancangkan. Saatnya kita berkomitmen membangun partai politik yang memberikan kontribusi dalam memperkuat demokrasi untuk kesejahteraan rakyat.

Terakhir, ijinkan saya mengutip pidato Bung Karno di Sidang Umum PBB pada tahun 1960, yang berjudul Membangun Tatanan Dunia Baru, To Build The Word A New:

“Kami berusaha membangun suatu dunia yang sehat dan aman. Kami berusaha membangun suatu dunia, dimana setiap orang dapat hidup dalam suasana damai. Kami berusaha membangun suatu dunia, dimana terdapat keadilan dan kemakmuran untuk semua orang. Kami berusaha membangun suatu dunia, dimana kemanusiaan mencapai suatu kejayaannya yang penuh.”

Semoga semangat yang sama juga hadir mewarnai Konferensi Internasional Partai-partai Politik di Kawasan Asia yang ke-26 ini. Selamat berkonferensi, mari kita bergandengan tangan, berjuang, bergotong royong untuk kesejahteraan rakyat yang berkeadilan sosial di belahan dunia manapun!

Wassalamualaikum wr. Wb.
Om Santi Santi Om
Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!!

MEGAWATI SOEKARNOPUTRI

Presiden ke-5 Republik Indonesia

Ketua Umum PDI Perjuangan

About cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: