Home / BERITA / Pilkada Serentak Terlalu Nekat dan Memaksa

Pilkada Serentak Terlalu Nekat dan Memaksa

 

Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro (suarapemilih.com)
Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com,Jakarta – Peneliti Senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai pilkada serentak kali ini terkesan di paksakan dan terlalu nekat. Hal itu dapat di lihat UU yang baru sekali di putuskan namun harus langsung menjadi tahap-tahapan pilkada. Sampai berita ini di turunkan banyak pasangan calon tunggal dan pasangan calon yang berstatus bebas bersyarat di bolehkan untuk mencalonkan diri dalam pilkada ini,Sabtu (14/11/15)

Dalam keadaan yang di jalani sekarang, judicial review terhadap UU seharusnya di gunakan untuk mereview jika ada politik dinasti dan calon tunggal. Pilkada serentak kali ini terlalu nekat dan memaksakan,pasalnya banyak calon tunggal dan calon yang berstatus bebas bersyarat boleh mengikuti pilkada ini. Ini terlihat seperti demokrasi Indonesia minus moral politik dan etika.

“belum lagi kesiapan KPU dan Bawaslu menghadapi perubahan ini, dan nambah beratnya tugas KPU dan Bawaslu” kata Siti

Siti berharap Panwaslu dan Bawaslu harus lebih sungguh-sungguh mengawasi secara proaktif dan mencegah potensi semua pelanggaran. An

About suara pemilih cyber team

Check Also

Blusukan Rudi Brengos Di Pasar Sapi Rejosari yang Mangkrak

Salatiga – pedagang pasar rejosari di kagetkan dengan kehadiran pak brengos (agus rudianto) calon walikota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: