Home / BERITA / Pilkades di Gunung Kidul dihantui politik uang

Pilkades di Gunung Kidul dihantui politik uang

Ilustrasi pilkades/suarapemilih.com
Ilustrasi pilkades/suarapemilih.com

Suarapemilih.com – 58 desa se-Gunung Kidul melakukan pengundian nomor urut calon kepala desa dan penetapan DPT serentak pada Minggu (13/9/2015). Kedua acara tersebut merupakan acara yang paling mendasar dalam pilkades.

Nomor urut calon akan menjadi dasar dalam pembuatan dokumen seperti surat suara, simbol kampanye dan sebagainya. Sementara DPT digunakan dalam menentukan jumlah pemilih yang diharapkan partisipasi mereka cukup besar.

Sebelumnya panitia desa telah mengumumkan Daftar Pemilih Sementara (DPS). Asisten Administrasi Pemerintahan Kabupaten Gunung Kidul Tommy Harahap SH MH mengatakan, panitia desa mempunya wewenang penuh dalam penyelenggaraan mulai dari menerima pendaftaran, memeriksa berkas, menetapkan calon, mengundi nomor urut termasuk menerima pegaduan dari masyarakat.

Pengaduan yang bersifat administrasi diselesaikan oleh panitia desa dan jual beli suara serta sejenisnya diserahkan langsung ke kepolisian. Sementara, panitia tingkat kabupaten menyiapkan regulasi, anggaran dan mencetak logistik pilkades.

Tommy menjelaskan kemungkinan adanya politik uang bisa terjadi. Namun, hal itu perda maupun perbup tidak memberikan sanksi yang spesifik. Kasus politik uang akan diserahkan langsung ke pihak kepolisian. Meski begitu, ia berharap masyarakat dapat memilih kepala desa yang baik bukan karena diberi uang.
“kami berharap masyarakat memilih pemimpin yag berkualitas bukan karena diberi uang” tandas Tommy.(Pa/Kf)

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: