Home / BERITA / Risma-Wishnu Tak Ambil Jatah Kampanye Akbar

Risma-Wishnu Tak Ambil Jatah Kampanye Akbar

risma-wisnu
Tri Rismaharini-Wishnu Sakti Buana (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, SURABAYA-Pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana pilih untuk tidak menyelenggarakan kampanye akbar, sebab menurut pasangan yang diusung PDIP ini menganggap kampanye akbar sudah tidak efektif lagi untuk era saat ini, Sabtu (21/11/2015). Sampai berita ini diturunkan, Pasangan nomor urut dua itu tetap tidak mau mengambil kesempatan untuk kampanye akbar.

KOmisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya menetapkan hari Minggu (22/11/2015) untuk jadwal kampanye akbar pasangan Risma-Whisnu, tetapi tim pemenangan paslon nomor urut dua ini memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan kampanye akbar itu.

Menurut Risma-Whisnu, untuk mendengarkan suara rakyat model kampanye akbar dinilai tidak lagi efektif di era saat ini. Selain hiruk pikuk, gaduh dan membuang banyak dana, kampanye mengumpulkan massa banyak  juga hanya bersifat satu arah.

Didik Prsetyono, juru bicara Risma-Wishnu mengatakan, Risma-Wisnu memilih untuk datang menemui dan mendengarkan warga secara langsung. Berkunjung ke kampung-kampung dan bertemu dengan komunitas-komunitas. “Mengapa harus mendengarkan suara lantang juru kampanye, sedangkan massa hanya menjadi penonton dan pendengar. Bukankah lebih penting mendatangi warga, menyapa dan mendengarkan suara rakyat secara lansung,” terang Didik.

“Kita telah mengirim surat kepada KPU, Panwaslu, Polrestabes tentang tidak diambilnya kesempatan kampanye akbar pada meinggu besok,” imbuhnya.

Dengan tidak diambilnya jatah kampanye akbar itu, bukan berarti tim pemenangan berdiam diri. Sebaliknya kegiatan bertemu warga semakin banyak.
“Kita telah menyiapkan 30 agenda pertemuan di berbagai lokasi di Kota Surabaya, mulai Sabtu hari ini hingga Minggu besok, mulai pagi sampai malam larut,” ujar Didik.

Baginya, model kampanye mendengarkan publik itu menjadi semakin nyata bahwa Risma-Whisnu menjadi milik warga Kota Surabaya. “Dan membuat keduanya itu semakin terampil mendengarkan suara rakyat dan memecahkan secara taktis dan teknis setiap persoalan rakyat yang dijumpai di lapangan,” jelasnya siang tadi.

Menurut Didik, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto juga berkunjung ke Surabaya pada Hari Sabtu dan Minggu ini. “Kita berharap metode itu semakin dikuatkan DPP PDI Perjuangan di berbagai daerah untuk memenangkan pesta demokrasi namun dengan cara yang lebih elegan dan disukai rakyat,” tutup Didik.Mr

About suara pemilih cyber team

Check Also

Blusukan Rudi Brengos Di Pasar Sapi Rejosari yang Mangkrak

Salatiga – pedagang pasar rejosari di kagetkan dengan kehadiran pak brengos (agus rudianto) calon walikota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: