Home / BERITA / Satu Hakim MK 40 Juta, MK Hanya Selesaikan 10 Perkara

Satu Hakim MK 40 Juta, MK Hanya Selesaikan 10 Perkara

Satu Hakim MK 40 Juta, MK Hanya Selesaikan 10 Perkara
Ilustrasi Satu Hakim MK 40 Juta, MK Hanya Selesaikan 10 Perkara (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) diduga hanya akan menyidangkan sepuluh perkara Pilkada diantara ratusan perkara setelah satu hakim membutuhkan hampir Rp. 40 juta untuk selesaikan perkara Pilkada, Rabu (20/01/2016). Sampai berita ini diturunkan belum ada jelasan yang lebih lanjut dari pihak MK.

Direktur CBA (Center for Budget Analysis), Uchok Sky Khadafi menyebut Bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) malas. Indikasi seperti itu karena MK melihat bahwa anggaran untuk menyelesaikan perkaran pilkada sangat minim.

“Selanjutnya, malas MK menyidangkan banyak perkara juga disebabkan alokasi anggaran dari APBN sangat minim dan menyebabkan MK ogah banyak menyidankan sengketa perkara Pilkada,” katanya.

Ia mengungkapkan, misalnya saja dana yang ada saat ini untuk menyelesaikan perkara pada tahun 2016 hanya berjumlah Rp. 21 miliyar lebih. Dan jika dihitung-hitung setiap perkara, maka MK membutuhkan dana sebesar Rp 59 juta lebih.

“Lihat saja, pada tahun 2016, untuk menyidangkan perkara sengketa Pilkada total hanya sebesar Rp.21.7 milyar. Dimana setiap perkara akan menghabiskankan anggaran sebesar Rp.59.4 juta untuk satu perkara.”ungkapnya.

Dia juga menambahkan kalau ada Sembilan hakim MK, maka akan membutuhkan alokasi anggaran hanya sebesar Rp 6,6 juta perorang. Padahal, pada tahun 2014 saja, alokasi anggaran sengketa MK sebesar Rp.59.6 milyar. Dimana untuk satu perkara akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 359.1 juta. Maka setiap hakim diperkirakan akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp.39,9 juta perorang. Kf

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: