Home / BERITA / Tak Ada Persiapan, PDIP Bantah Pencalonan Risma

Tak Ada Persiapan, PDIP Bantah Pencalonan Risma

Tri Rismaharini (tengah) saat ikuti Rakernas PDIP (suarapemilih.com)
Tri Rismaharini (tengah) saat ikuti Rakernas PDIP (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, SURABAYA-Mengaku belum ada persiapan dan rencana menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur, Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) membantah akan menduetkan pasangan Tri Rismaharini dengan Abdullah Azwar Anas sebagai calon gubernur dan wakilnya maju di Pilkada Jatim  pada 2018 mendatang, Selasa (19/01//2016). Sampai saat ini belum ada wacana lebih lanjut.

Munculnya isu Risma-Anas maju ke Pilkada Jatim yakni setelah keduanya dipertemukan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP beberapa waktu lalu di Jakarta. “Memang belum ada rencana menduetkan Risma-Anas di Pilkada mendatang, sebab segala kemungkinan memang bisa terjadi,”  tutur Ketua PDIP Jatim, Kusnadi kepada tim SP.

Meski tak membantah adanya pertemuan khusus, namun politisi yang juga wakil ketua DPRD Jatim tersebut mengaku tak ada pembahasan terkait Pilkada Jatim. Di internal PDIP Jatim terdapat mekanisme yang harus diikuti sebelum dilakukan penentuan mengusung pasangan calon kepala daerah, baik tingkat kota/kabupaten maupun provinsi.

Menurut dia, pelaksanaan Pilkada Jatim yang tinggal dua tahun lagi bukan waktu panjang sehingga akan dijadikan momen penting PDIP untuk merebut kekuasaan di Jatim. “Karena itulah tahun ini PDIP akan mulai menjajaki dan konsolidasi internal partai untuk persiapan penjaringan calon gubernur Jatim 2018,” ujarnya.

Sesuai peraturan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, setiap partai politik yang boleh mengusung calon sendiri di Pilkada Jatim harus memiliki minimal 20 kursi, sehingga PDIP mau tidak mau harus berkoalisi dengan partai lain.

Pada Pemilihan Umum Legislatif 2014 di Jatim, PDIP memperoleh 19 kursi sehingga membutuhkan satu kursi lagi untuk mengusung pasangan calon. Pasalnya harus koalisi, lanjut dia, partainya kemungkinan akan menggandeng seorang figur dari Nahdliyyin karena di Jatim memiliki masyarakat heterogen.

“Bisa saja mengusung calon dari tokoh Nahdliyyin, tinggal kombinasinya nanti siapa yang menjadi calon gubernur cagub dan siapa wakilnya,” imbuh mantan sekretaris DPD PDIP Jatim tersebut.

Sementara itu, anggota Badan Pemenangan Pilkada DPD PDIP Jatim Giyanto menambahkan bahwa selain kader internal, ada juga beberapa nonkader yang berpotensi maju, antara lain Wakil Gubernur Jatim sekarang, Saifullah Yusuf atau Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa.Mr

About suara pemilih cyber team

Check Also

Blusukan Rudi Brengos Di Pasar Sapi Rejosari yang Mangkrak

Salatiga – pedagang pasar rejosari di kagetkan dengan kehadiran pak brengos (agus rudianto) calon walikota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: