Home / BERITA / Tak Laporkan LPPDK, Airin-Benyamin Kembali Dilaporkan

Tak Laporkan LPPDK, Airin-Benyamin Kembali Dilaporkan

Foto Pasangan Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie (suarapemilih.com)
Foto Pasangan Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, TANGSEL – Pasangan Airin – Benyamin kembali dilaporkan lawannya ke Panwaslu setelah mereka diketahui tidak melaporkan pemasukan dan pengeluaran dana kampanye, Minggu (10/01/2016). Sampai berita ini diturunkan laporan tersebut telah diterima oleh Panwaslu dan kini sedang diteruskan ke KPU.

Sekretaris Tim Pemenangan Arsid -Elvier Ariadiannie Soedarto Poetri, Fatah mengatakan laporan tersebut terkait kampanye yang dilakukan pada tanggal 29 Novermber 2015 lalu. Pasangan petahana ini saat itu melakukan kampanye terbuka yang menghadirkan pelawak Narji dan Band Radja di Lapangan Sunburst, BSD Serpong, Kota Tangsel.

“Acara tersebut digelar secara mewah dan memakan biaya yang besar. Namun, pasangan ini tidak menyampaikannya dalam Laporan Pemasukan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK)” Ujar Fatah.  Untuk itu, tidak ada kejelasan apakah itu pengeluaran kampanye dari tim atau sumbangan jasa.

Fatah menyatakan, kampanye petahana tersebut besar kemungkinan mendapat sanksi diskualifikasi. Sebab, pasangan itu telah melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) dan Undang-undang pemilihan No. 8 tahun 2015, tentang Pilkada Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

Kuasa hukum Arsid dan Elvier, Endang Hardian menambahkan, siapa saja orang yang dengan sengaja memberikan keterangan yang tidak benar dalam laporan dana kampanye sebagaimana diwajibkan oleh Undang-undang ini, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 bulan atau paling lama 12 (dua belas) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000 atau paling banyak Rp 10.000.000,00.

Endang menegaskan pasangan calon yang melanggar ketentuan pasal sebagaimana yang telah diterapkan, akan dikenai sanksi berupa pembatalan pasangan calon. Adapun, temuan lain yang Endang ketahui yakni adanya setoran uang yang tidak jelas dan melebihi dari batasan sumbangan perseorangan yang diatur dalam PKPU N0.8 tahun 2015. Diketahui sumbangan tersebut atas nama Listia Widuri di dalam rekening koran Tim pemenangan Airin & Benyamin dengan jumlah Rp 100 juta dan Rp 150 juta. Kf

About suara pemilih cyber team

Check Also

Blusukan Rudi Brengos Di Pasar Sapi Rejosari yang Mangkrak

Salatiga – pedagang pasar rejosari di kagetkan dengan kehadiran pak brengos (agus rudianto) calon walikota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: