Home / BERITA / Tarik simpatisan, Ahok Manfaatkan Momen penertiban

Tarik simpatisan, Ahok Manfaatkan Momen penertiban

kuasa Hukum warga Kalijodo, Razman Nasution (suarapemilih.com)
kuasa Hukum warga Kalijodo, Razman Nasution (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JAKARTA-Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), memanfaatkan momentum penertiban kawasan Kalijodo, Penjaringan Jakarta Utara, sebagai upaya untuk mendapatkan simpati dan dukungan masyarakat jelang Pilgub DKI 2017 yang akan datang, Rabu (17/2/2016). Sampai berita ini diterbitkan kuasa Hukum warga Kalijodo, Razman Nasution lah yang menegaskan.

Menurutnya, “Ahok memanfaatkan momen ini (penertiban Kalijodo) untuk ajang pemilihan gubernur. Tujuannya, agar masyarakat di Jakarta, terutama mereka yang muslim, bersimpati dan kemudian mendukung serta memilih Ahok di pemilihan gubernur 2017 nanti. Namun jika Ahok ingin melakukan penataaan atau penertiban di Kalijodo, mengapa tidak dilakukan sebelumnya.

“Ini kan karena ada peristiwa kecelakaan yang melibatkan Fortuner dan motor di Daan Mogot karena habis dari Kalijodo hingga menyebabkan beberapa orang meninggal, kemudian dijadikan momen untuk menertibkan (Kalijodo). Memang bagus untuk menaikkan popularitas dan elektablitas jelang Pilgub DKI nanti, tapi jangan mengorbankan banyak orang dong,” ucap Razman. Diungkapkannya, jika Ahok tidak bisa memberikan solusi pada masyarakat Kalijodo, maka warga tidak akan mundur.

Dirinya pun mengkritik tindakan Ahok yang menunjukkan sikap represif dan sentimen yang tinggi pada rakyat miskin. Razman menilai, Ahok tidak memahami secara obyektif bagaimana kondisi masyarakat di Kalijodo. Menurut dia, Kalijodo bukan hanya tempat hiburan malam, melainkan juga banyak permukiman warga dan tempat ibadah. “Di sini, ada pengajian rutin dan ada pengembala-pengembala. Artinya bahwa di sini heterogenitas berjalan. Jadi, enggak seluruhnya bekerja sebagai PSK,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selama ini pemerintah tidak menunjukkan perhatian untuk masyarakat Kalijodo, misalnya, masalah kesejahteraan dan kehidupan yang layak bagi masyarakat di sini. “Negara ke mana? APBD DKI Jakarta Rp 73 triliun. Peruntukannya ke mana? Warga sini tidak pernah melihat pemerintah ke sini. Dinas sosial, misalnya. Nonsense,” katanya.Mr

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: