Home / BERITA / “Teman Ahok” Mengaku Melakukan Pembohongan Publik

“Teman Ahok” Mengaku Melakukan Pembohongan Publik

"Teman Ahok" Mengaku Melakukan Pembohongan Publik
Foto “Teman Ahok” Mengaku Melakukan Pembohongan Publik (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JAKARTA – Orang-orang yang berasal dari eks Teman Ahok memberikan pengakuan bahwa Teman Ahok bukan relawan melainkan mereka digaji perminggu. Jumpa pers eks Teman Ahok tersebut digelar di Cafe 2 Nyonya, Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (22/06/2016).

Mereka menyampaikan secara terbuka apa yang mereka kerjakan dan apa mereka terima dari Teman Ahok. Berikut beberapa pernyataan mereka :
1. Teman Ahok tidak demokratis dan transparan dalam keuangan. Eks Teman Ahok tidak pernah diberitahu dari mana uang didapatkan dan berapa jumlahnya.
2. Teman Ahok menyampaikan beberapa hal yang tidak sesuai fakta dan bagi eks Teman Ahok itu kebohongan pada orang banyak.
3. Eks Teman Ahok takut tersangkut perkara Korupsi dengan ramainya berita adanya Indikasi uang Teman Ahok berasal dari Aliran Dana Pengembang yang terkait dengan rencana Reklamasi.
4. Hati nurani kami memaksa kami untuk secara terbuka menyampaikan kesaksian ini sebagai wujud permintaan maaf kami pada Masyarakat.

Eks Teman Ahok mengatakan bahwa jika eks Teman Ahok adalah relawan seharusnya Teman Ahok transparan dalam keungan dan tidak memaksa kami mengejar target tertentu dengan bayaran tertentu. Sebab tidak transparan eks Teman Ahok bukan relawan melainkan karyawan dan Teman Ahok adalah perusahaan yang memperkerjakan kami.

Salah satu yang berbicara yakni Paulus Romindo, yang merupakan pengurus Teman Ahok sebagai penanggung jawab di daerah Kamal, Jakarta Utara.

“Kami ini ada kerja kontrak dan SK dan surat tugas, plus kami yang bahasanya gratis itu dibayar. Bagaimana sistemnya? Kami per minggu harus targetnya 140 KTP lalu honornya kami mendapatkan Rp 500 ribu per minggu, hingga minggu ke 3 Rp 5000 ribu, kalau minggu ke 4 mendapatkan Rp 500 ribu plus Rp 500 ribu operasional. Biaya akhirnya itu Rp 2,5 juta sebulan,” jelas Paulus.

Selain Paulus, ada juga yang lainnya antara lain Richard, Doddy, dan Khusnun Nurul. Mereka juga memberi bukti kuitansi pembayaran ‘gaji’ yang disebut diberikan dari pengurus Teman Ahok.

Karena dikejar target dan kami perlu tambahan uang serta tidak ada penjelasan yang jelas maka KTP yang kami kumpulkan kami dapatkan dengan bermacam macam cara antara lain menggunakan data KTP yang dikumpulkan untuk program KKS Jokowi, membeli dari oknum oknum kelurahan atau Rt, barter KTP dengan sesama rekrutan Teman Ahok di wilayah lain, membeli KTP dari beberapa counter Pulsa Dan cara cara yang lain.

Dengan demikian maka sekian banyak KTP yang kami kumpulkan sebagian adalah KTP Ganda dan sebagian besar lagi tidak di berikan oleh pemilik KTP karena kesadaran mereka.

Selain upah atas KTP yang kami kumpulkan. Kami juga mendapatkan upah untuk membagikan koran koran Teman Ahok. Untuk setiap kali pembagian Koran kami di bayar Rp 350.000. Sampai saat ini kami sudah 2 kali membagikan Koran.

Selain honor kami mendapatkan fasilitas lainnya seperti seragam seperti ini lalu kami mendapatkan fasilitas printer dan laptop. Sementara untuk Korpos diberikan smartphone sebagian merk Lenovo.

Kalau Teman Ahok mengatakan bahwa jumlah KTP  sudah mencapai 1 juta maka dugaan kami itu hanya klaim saja karena pengumpulan KTP tetap dilakukan sampai tanggal 28 Juni 2016.
Kalau Teman Ahok katakan bahwa pengeluaran mereka untuk mengumpulkan 1 juta KTP hanya sekitar Rp 2,5 Milyar atau Rp 5 Milyar maka kami sampaikan bahwa itu tidak benar.

Dalam perhitungan kasar dan sementara kami, kami perkirakan uang yang di keluarkan oleh Teman Ahok dalam satu tahun berkisar paling sedikit Rp 12 Milyar. Sebagian teman-teman kami yang direkrut Teman Ahok sudah mau keluar tetapi beberapa waktu lalu kami menerima Informasi bahwa Teman Ahok akan memberikan THR. Sebagian teman teman kami masih menunggu THR itu.

Eks Teman Ahok tidak bermaksud untuk membohongi Rakyat tapi kami perlu uang untuk kebutuhan hidup kami. Untuk itu kami mohon maaf pada orang orang yang tidak tahu KTP nya kami serahkan ke Teman Ahok.
Demikian pernyataan ini kami buat dengan sadar dan tanpa paksaan manapun. Adm

About suara pemilih cyber team

Check Also

Deklarasi Revitalisasi ISRI

Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Dibangkitkan Kembali Marhaenis Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUARAPEMILIH.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) akan dibangkitkan kembali oleh kalangan sarjana Marhaenis Yogyakarta. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: