Home / BERITA / Terjadi intervensi di Getas, Panitia pilih mundur

Terjadi intervensi di Getas, Panitia pilih mundur

Ilustrasi Pilkades Getas/Suarapemilih.com
Ilustrasi Pilkades Getas/Suarapemilih.com

Suarapemilih.com – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Getas siap mundur apabila Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gunungkidul mengintervensi keputusan seleksi bakal calon peserta Pilkades Getas. Intervensi itu berupa rencana Komisi A untuk mempertemukan Panitia Pilkades Getas dengan dua bakal calon yang tidak lolos seleksi. Panitia menolak karena tidak akan ada titik temu yang dihasilkan dalam pemanggilan itu.

Sebagai panitia pemilihan, Syaifullah mengaku sudah bekerja maksimal dalam proses seleksi tambahan. Hasil yang ditetapkan telah sesuai dengan Peraturan Daerah No.5/2015 tentang Kepala Desa dan Peraturan Bupati No.38/2015 tentang Perubahan Perbup No.26/2015 tentang Petunjuk Pelaksana Perda Kepala Desa.

Ia mengakui, Komisi A DPRD Gunungkidul terus berupaya mencari solusi permasalahan dalam Pilkades Getas. Sebenarnya sudah ada pertemuan antara panitia dan Komisi A namun tidak menghasilkan solusi apapun.

Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Gunungkidul Siswanto menegaskan penetapan bakal calon Kades Getas belum harga mati. Pasalnya, keputusan siapa yang maju dalam pemilihan baru diketahui saat penetapan calon pada 13 September mendatang. (Baca juga: Pilkades Gunung kidul politik uang)

Dari pelaksanaan pilkades serentak, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan memundurkan jadwal pemilihan dari 7 Oktober ke 24 Oktober. Namun, Siswanto menegaskan pengunduran ini bukan karena anggaran melainkan masalah Desa Patuk, Kecamatan Patuk dan Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong yang pendaftaran bakal calonnya diperpanjang selama 20 hari.

Untuk anggaran tidak masalah karena panitia bisa mencairkan meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2015 belum disahkan.
“Untuk pencairan menggunakan Perbup mendahului anggaran. Rencananya pencairan akan dilakukan sampai 30 September,” ungkapnya.

Anggaran yang disediakan untuk pilkades serentak tahun ini sebesar Rp3,8 miliar. Dana yang dikucurkan di masing-masing desa berbeda, bergantung pada luas wilayah, jumlah pemilih atau pun jumlah tempat pemungutan suara yang digunakan. Untuk anggaran terbesar diberikan untuk Pilkades Pacarejo, Kecamatan Semanu sebanyak Rp75 juta dan terkecil untuk Pilkades Semoyo, Kecamatan Patuk sejumlah Rp33 juta.(Pa/Jn)

About suara pemilih cyber team

Check Also

pilkada serentak,suarapemilih.com

Daftar Nama Pasangan Calon Kepala Daerah Pendaftar Pilkada Serentak 2018 di 17 Provinsi

Suarapemilih.com,-Daftar Nama Pasangan Calon Kepala Daerah Pendaftar Pilkada Serentak 2018 di 17 Provinsi Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: