Home / BERITA / Ungkap Alasan Ahok Tak Layak Jadi Gubernur DKI

Ungkap Alasan Ahok Tak Layak Jadi Gubernur DKI

Ungkap Alasan Ahok Tak Layak Jadi Gubernur DKI
Foto Basuki Tjahaja Purnama (suarapemilih.com)

Suarapemilih.com, JAKARTA – Muchtar Effendi Harahap mengungkapkan Sembilan alasan bakal calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak layak menjadi Gubernur DKI Jakarta setelah ia mendapatkan data dan fakta tentang Ahok, Minggu (03/04/2016). Sampai berita ini diturunkan kesembilan alasan tersebut memang benar adanya.

Setidaknya ada Sembilan alasan Basuki Tjahaja Purnama tidak layak menjadi Gubernur DKI Jakarta. Berikut Sembilan alasan tersebut :
1.     Ahok suka konflik dengan lembaga negara, misal: DPRD DKI, DPRD kota Bekasi, Kemendagri, BPK, IPDN, DPR-RI.
2.    Integritas Ahok rendah, karena tindakan tak sesuai ucapan. Ahok diduga korupsi di Belitung Timur saat jadi bupati, pembelian tanah sumber waras, pengadaan bus Trans Jakarta, taman BMW, KJS/KJP, proyek reklamasi pantai Jakarta, pengutipan dana CSR perusahaan property Yayasan Ahok, UPS, proyek tanah abang,dll.
3.    Melanggar hukum. Misal UU no. 11 tahun 2013, UU no.23 tahun 2014, UU terkait pembahasan dan pengesahan APBD, UU no. 34 tahun 2005, UU no.27 tahun 2007, Perpres no.122 tahun 2007, UU no.15 tahun 2004,dll.
4.    Ahok suka menggusur rakyat dan melanggar HAM. Misal: 245 keluarga di Pejambon Gambir, 180 keluarga di Duren Sawit, 332 keluarga di Kemayoran, 440 keluarga di Kali Buaran, 391 keluarga di Kali Pinangsia, 687 keluarga di kampung Kandang Kali Sunter, 153 keluarga di kolong tol Wiyoto, 1.005 keluarga di Kampung Pulo, ratusan keluarga di Kalijodoh.
5.    Kinerja buruk dan rapor merah hasil penilaian DPRD DKI, Kemendagri, BPK, Kemenpan RB, dll.
6.    Tutur kata Ahok yang kotor dan kasar, dinilai dan dikritik oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Badan Kontak Majelis Taklim, Komisi Penyiaran Indonesia, anggota DPR Tontowi Yahya, pendeta Yesaya Pariadji, Seto Mulyadi, dll.
7.    Ahok suka mengkambinghitamkan pihak lain. Misal: sabotase banjir oleh PLN, sabotase banjir kulit kabel, pencopotan Dirut PT. Trans Jakarta dituduh gagal memindahkan warga beralih gunakan busway.
8.    Kondisi rakyat DKI merosot. Misal: pertumbuhan ekonomi menurun menjadi 5 persen jauh dibawah era Foke 6,8 persen, gagal meraih penghargaan adipura, kesenjangan ekonomi gini ratio 0,43, pengangguran 8, 36 persen jauh di atas rata2 Indonesia.
9.    tidak ada kemajuan atau penambahan infrastruktur atas prakarsa dan karya era Ahok, kecuali beberapa taman di kelurahan yang tidak bermakna bagi kondisi dan kualitas hidup rakyat DKI. Juga pasukan oranye yang suka buang air hujan di jalanan untuk pencitraan, padahal air hujan itu akan lenyap segera usai hujan. Kf

About suara pemilih cyber team

Check Also

Blusukan Rudi Brengos Di Pasar Sapi Rejosari yang Mangkrak

Salatiga – pedagang pasar rejosari di kagetkan dengan kehadiran pak brengos (agus rudianto) calon walikota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: